Liga Santri 2026 Digelar Oktober, KSMI Ancam Cabut Gelar Tim yang Pakai Pemain Profesional

Berita2 Views
banner 468x60

JAKARTA, Karsa Sriwijaya – Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI) menyiapkan aturan ketat untuk penyelenggaraan Kejuaraan Sepak Bola Mini Nasional Santri Championship 2026 KSMI atau Liga Santri 2026.

Salah satu aturan yang menjadi perhatian utama adalah larangan penggunaan pemain profesional. KSMI bahkan menyiapkan sanksi tegas berupa pencabutan gelar juara apabila sebuah tim terbukti menggunakan pemain profesional dalam kompetisi.

banner 336x280

Liga Santri 2026 dijadwalkan berlangsung secara nasional pada Oktober 2026. Kompetisi tersebut akan mempertemukan klub-klub santri dari berbagai pondok pesantren di sejumlah daerah di Indonesia.

Kepanitiaan turnamen resmi dibentuk melalui rapat pleno pengurus KSMI di Jakarta, Senin (7/9/2026) malam.

Dalam rapat tersebut, Dr. Pamungkas Trishadiatmoko atau Moko Pamungkas ditunjuk sebagai Ketua Panitia Pelaksana atau Organizing Committee (OC).

Usai rapat, Moko mengatakan panitia segera bekerja menyiapkan berbagai kebutuhan teknis penyelenggaraan, termasuk mekanisme seleksi peserta di daerah.

“Seleksi akan diterapkan pada tim dan pemain,” ujar Moko.

Menurutnya, proses seleksi akan menjadi tanggung jawab pengurus KSMI di masing-masing daerah. Mekanisme tersebut sekaligus menjadi tahap awal untuk memastikan seluruh peserta memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

Salah satu aspek yang akan diperiksa secara ketat adalah status pemain.

KSMI ingin memastikan pemain yang berlaga benar-benar merupakan santri sesuai dengan ketentuan kompetisi, bukan pemain profesional yang sengaja dimasukkan untuk memperkuat tim.

Wakil Ketua Panitia Bidang Media, IT & Digital, Tundra Meliala, menegaskan bahwa aturan tersebut tidak hanya bersifat administratif.

Ia menyebut tim yang terbukti menggunakan pemain profesional dan kemudian keluar sebagai juara dapat dikenai sanksi pencabutan gelar.

“Apabila ditemukan adanya player atau pemain profesional dalam tim dan tim tersebut juara, maka akan dicabut,” tegas Tundra.

Ketentuan tersebut diterapkan untuk menjaga sportivitas dan fairness dalam kompetisi. Sebab, Liga Santri 2026 sejak awal diarahkan sebagai wadah pembinaan sepak bola bagi para santri di lingkungan pondok pesantren.

Dengan aturan tersebut, KSMI ingin memastikan persaingan berlangsung secara adil sehingga peluang setiap tim ditentukan oleh kemampuan para pemain yang memang memenuhi kriteria peserta.

Pertama dengan Format Sepak Bola Mini

Liga Santri 2026 akan menggunakan format sepak bola mini. KSMI memproyeksikan turnamen tersebut sebagai kejuaraan sepak bola mini khusus santri yang pertama di Indonesia.

Bahkan, kompetisi ini digadang-gadang menjadi kejuaraan sepak bola mini khusus santri pertama di dunia.

Dalam rancangan awal penyelenggaraan, pertandingan akan dibagi ke dalam sembilan grup dengan sistem pertandingan yang memanfaatkan dua lapangan.

Fase grup diperkirakan berlangsung selama tiga hingga empat hari. Setelah itu, peserta akan mendapatkan jeda satu hari sebelum melanjutkan pertandingan ke fase berikutnya.

Sejumlah venue yang masuk dalam rancangan penyelenggaraan antara lain Asiop Arcici Cempaka Putih, Soemantri Brodjonegoro Kuningan, Kingkong Cijantung, Lemdiklat Polwan Ciputat kawasan Lebak Bulus, serta Patriot Jawa Barat-PSF Pancoran.

Administrasi Peserta Diperketat

Selain pemeriksaan terhadap pemain, KSMI juga menyiapkan sejumlah persyaratan administratif untuk memastikan peserta benar-benar memenuhi ketentuan Liga Santri 2026.

Setiap santri yang mengikuti kompetisi diwajibkan membawa surat pengantar atau izin dari orang tua.

Sementara itu, setiap tim diwajibkan membuat pakta integritas dan membawa surat pengantar resmi dari pondok pesantren.

Persyaratan tersebut akan menjadi bagian dari proses verifikasi sejak tahapan seleksi di daerah.

Dengan mekanisme tersebut, KSMI tidak hanya ingin memastikan kelengkapan administrasi peserta, tetapi juga membangun integritas kompetisi sejak awal.

Bukan Sekadar Berebut Gelar

KSMI menegaskan Liga Santri 2026 tidak semata-mata diarahkan sebagai ajang perebutan gelar juara.

Lebih dari itu, kompetisi diharapkan menjadi ruang bagi para santri untuk mengembangkan kemampuan sepak bola, membangun mental bertanding, sekaligus memperluas jaringan pembinaan atlet dari lingkungan pondok pesantren.

Kehadiran Liga Santri juga diharapkan membuka peluang munculnya talenta-talenta muda dari pesantren yang selama ini belum banyak mendapatkan ruang dalam kompetisi sepak bola nasional.

Dengan seleksi yang lebih ketat dan aturan yang tegas, KSMI berharap Liga Santri 2026 mampu menghadirkan kompetisi yang sportif, transparan dan benar-benar menjadi panggung bagi para santri berbakat di Indonesia.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *