Bali, Karsa Sriwijaya – Musibah banjir melanda berbagai daerah di Bali sejak Selasa (9 September 2025), membawa duka dan lumpuhkan aktivitas warga. Intensitas hujan tinggi yang berlangsung hingga Rabu dini hari menyebabkan kerusakan signifikan dan menelan korban jiwa.
Korban Jiwa & Warga Terdampak
- Dua warga di Kabupaten Jembrana dilaporkan meninggal dunia akibat terseret arus banjir, dengan 103 Kepala Keluarga (sekitar 200 jiwa) terdampak langsung, menurut data BNPB per Rabu pagi.
- Disparitas informasi muncul dari laporan Reuters yang menyebut total enam orang tewas—empat di Denpasar akibat ambruknya dua bangunan, serta dua orang di Jembrana—sementara akses ke Bandara Internasional Denpasar hanya bisa dilalui dengan truk.
Daerah Terdampak Parah
- Denpasar menjadi episentrum bencana, dengan puluhan titik seperti Pura Demak, Monang-Maning, Tegal Kerta, Pasar Kumbasari, dan Jalan Maruti tergenang air hingga mencapai atap bangunan.
- Jalan protokol utama seperti Gajah Mada, Hasanuddin, Diponegoro lumpuh total karena genangan mencapai 2–3 meter.
- Di Jembrana, banjir juga menyeret dua korban jiwa dan mengganggu aktivitas warga yang tinggal di kawasan terdampak.
Upaya Penyelamatan & Hambatan Lapangan
- BPBD dan Kodam IX/Udayana mengerahkan personel dan empat perahu karet LCR untuk evakuasi di titik kritis seperti Pasar Kumbasari dan Jalan Gajah Mada.
- Sementara itu, Basarnas menghadapi tantangan besar karena jalur evakuasi tergenang dan tak bisa dilalui truk.
- Tak hanya melumpuhkan akses ke bandara, banjir turut menutup ruas jalan vital seperti Denpasar–Gilimanuk.
Gambaran Luas dan Pemicu Hujan
- Hujan ekstrem yang mengguyur sejak Selasa terjadi di berbagai kabupaten, termasuk Jembrana, Tabanan, Badung, Denpasar, Gianyar, Klungkung, dan Karangasem. Intensitasnya mencapai lebih dari 50 mm hingga lebih dari 150 mm per hari.
- Berdasarkan data, Denpasar menjadi wilayah paling rentan banjir di Pulau Dewata—22,04% wilayahnya masuk kategori rawan.