banner 728x250

KAI Angkat Bicara: Minta Maaf Atas Insiden ‘Kereta Bablas’ yang Bikin 90 ASN Terlantar, Janjikan Kompensasi Penuh!

PRABUMULIH, Karsa Sriwijaya – Setelah insiden mengejutkan pada Rabu malam, 20 Agustus 2025, yang menyebabkan puluhan penumpang terlantar belasan kilometer dari stasiun tujuan mereka, PT Kereta Api Indonesia (Persero) akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara resmi. Insiden ini melibatkan KA Sindang Marga relasi Lubuk Linggau-Kertapati yang diduga tidak berhenti untuk menurunkan penumpang di Stasiun Kota Prabumulih.

Menurut keterangan resmi dari Manajer Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, kejadian ini dipicu oleh “kesalahan komunikasi”. Aida menjelaskan bahwa pada saat pemberhentian di Stasiun Prabumulih, sebagian penumpang yang seharusnya turun belum sempat keluar dari kereta. “Karena ada kesalahan komunikasi sehingga ada penumpang yang seharusnya turun di stasiun Prabumulih masih belum keluar dari kereta api Sindang Marga sampai kereta kembali melanjutkan perjalanan,” terang Aida.

Untuk alasan keselamatan dan sesuai prosedur operasional yang telah ditetapkan, kereta api tersebut akhirnya melanjutkan perjalanan hingga stasiun terdekat, yaitu Stasiun Lembak. Tercatat, sekitar 90 orang penumpang menjadi korban ketidaknyamanan ini. Sebagian besar dari mereka adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) peserta orientasi Diklat PPPK yang baru saja pulang dari Lubuklinggau. Mereka terpaksa terlantar di Stasiun Lembak, yang berjarak sekitar 17 kilometer dari Stasiun Prabumulih, hingga Kamis dini hari [informasi dari riwayat percakapan].

Kondisi ini sempat memicu kekesalan dan ketegangan di antara para penumpang yang kelelahan, bahkan ada laporan yang menyebutkan suasana nyaris berujung pada adu jotos dengan petugas kereta [informasi dari riwayat percakapan].

Sebagai bentuk tanggung jawab atas insiden tersebut, PT KAI menyatakan akan memberikan kompensasi berupa pengembalian 100 persen harga tiket kepada seluruh penumpang yang terdampak.

“Atas nama PT KAI, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini, kepada para penumpang tersebut diberikan kompensasi penggantian tiket 100 persen,” ujar Aida. Lebih lanjut, Aida Suryanti menegaskan bahwa PT KAI berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang, demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pengguna jasa kereta api.

Keterangan resmi dari PT KAI ini dirilis pada Kamis, 21 Agustus 2025, pukul 11:05 WIB, pasca viralnya video kekesalan penumpang di media sosial. Insiden ini menjadi sorotan penting bagi PT KAI untuk terus meningkatkan koordinasi dan komunikasi demi menjamin kenyamanan dan keselamatan perjalanan penumpang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *