Pangkalpinang, 12 September 2025 – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus menggencarkan strategi untuk menjadikan Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sebagai destinasi kelas dunia. Alam yang memesona, budaya yang kaya, hingga potensi wisata bahari yang unik menjadikan Babel siap bersaing di kancah internasional.
Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, Hariyanto, menyebut tren global pariwisata kini kembali ke alam. “Bangka Belitung punya semua: pantai pasir putih, batu granit raksasa, hutan mangrove, terumbu karang, hingga pulau-pulau eksotis,” katanya saat kunjungan ke Pangkalpinang.
Salah satu ikon utama yang terus dipromosikan adalah Pulau Lengkuas di Kabupaten Belitung. Pulau ini terkenal dengan mercusuar bersejarah peninggalan Belanda tahun 1882 yang masih berdiri kokoh. Dari puncak menara setinggi 57 meter, wisatawan bisa menikmati panorama 360 derajat: laut biru jernih, gugusan pulau kecil, dan bentangan pasir putih yang menawan.
Tak hanya itu, bawah laut Pulau Lengkuas menjadi surga snorkeling dan diving. Air sejernih kristal memungkinkan wisatawan melihat langsung terumbu karang yang terjaga, lengkap dengan ikan-ikan tropis berwarna-warni. Lengkuas seakan menjadi etalase sempurna dari keindahan laut Babel.
Selain menjaga pesona alamnya, pemerintah dan masyarakat juga berkomitmen melestarikan lingkungan melalui penanaman mangrove serta perlindungan ekosistem laut. Budaya Melayu pun ikut dipromosikan sebagai daya tarik sosial yang memperkaya pengalaman wisatawan.
Dengan promosi gencar, pembangunan infrastruktur, dan sinergi bersama masyarakat lokal, Bangka Belitung diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata nasional, tetapi juga meraih pengakuan internasional sebagai “surga tropis dengan mercusuar sejarah” yang mendunia.