Berobat di Bangunan Nyaris Roboh: Puskesmas di OKU Ini Jadi Sorotan, Warga Minta Jangan Tunggu Korban

OKU, Karsa Sriwijaya – Harapan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman dan layak justru berbanding terbalik dengan kondisi Puskesmas di Desa Tanjung Sari, Kecamatan Pengandonan, Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Bangunan yang seharusnya menjadi tempat berobat itu kini dalam kondisi memprihatinkan. Sejumlah bagian terlihat mengalami kerusakan serius—mulai dari atap yang bocor saat hujan, plafon yang lapuk dan berisiko runtuh, hingga dinding yang retak dan sistem sanitasi yang tidak berjalan optimal.

Pantauan di lapangan serta laporan warga menyebutkan, kondisi ini bukan terjadi baru-baru ini, melainkan sudah berlangsung cukup lama tanpa perbaikan yang berarti.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku khawatir dengan keselamatan pasien dan tenaga medis yang masih beraktivitas di dalam bangunan tersebut.

“Kalau hujan, air masuk dari atap. Plafon juga sudah rapuh. Kami khawatir sewaktu-waktu bisa membahayakan,” ujarnya.

Meski demikian, pelayanan kesehatan tetap berjalan seperti biasa. Kondisi ini menimbulkan dilema tersendiri, karena di satu sisi masyarakat membutuhkan layanan, namun di sisi lain keselamatan menjadi taruhan.

Kepala Desa Tanjung Sari, Junaidi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan perbaikan sejak tahun lalu. Namun hingga kini belum ada kejelasan dari instansi terkait.

“Usulan sudah kami sampaikan, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Padahal kondisinya sudah cukup mengkhawatirkan,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa pihak desa beberapa kali melakukan perbaikan seadanya, namun tidak mampu bertahan lama karena kondisi bangunan yang sudah cukup tua.

Situasi ini memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat, terutama terkait perhatian pemerintah terhadap fasilitas layanan dasar seperti kesehatan.

Sejumlah pihak menilai, jika tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi bertentangan dengan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, yang mewajibkan penyedia layanan memberikan fasilitas yang aman dan layak.

Masyarakat pun berharap adanya langkah cepat dari Pemerintah Kabupaten OKU, mulai dari pengecekan langsung kondisi bangunan, kejelasan anggaran, hingga realisasi perbaikan.

“Kami hanya ingin pelayanan kesehatan yang aman. Jangan sampai menunggu kejadian buruk baru diperbaiki,” harap warga.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana penanganan Puskesmas tersebut. (Hr)

Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp
Exit mobile version