BATURAJA, KARSASRIWIJAYA – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Aktivis, LSM, insan pers, dan South Sumatra Corruption Watch (SCW) menggelar aksi unjuk rasa di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Senin (3/8/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan terkait dugaan persoalan tata kelola di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten OKU.
Aksi berlangsung di tiga titik, yakni Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten OKU, Rumah Dinas Bupati OKU, dan Gedung DPRD OKU. Sejak pagi, para peserta aksi membawa spanduk dan poster serta menyampaikan orasi yang berisi tuntutan agar berbagai dugaan persoalan di sektor pendidikan ditindaklanjuti secara transparan sesuai ketentuan hukum.
Koordinator aksi, Hendri Marico, mengatakan demonstrasi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya transparansi dalam pengelolaan anggaran dan tata kelola pendidikan.
“Kami datang bukan untuk mencari sensasi. Kami datang membawa aspirasi masyarakat. Jika uang rakyat dikelola tidak transparan, maka masyarakat berhak mempertanyakannya. Kami juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap Kepala Dinas Pendidikan,” ujarnya.
Soroti Empat Dugaan Persoalan
Dalam pernyataan sikapnya, aliansi menyampaikan empat poin yang mereka minta menjadi perhatian pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, yaitu:
- Dugaan praktik jual beli jabatan kepala sekolah.
- Dugaan ketidakjelasan penggunaan anggaran program seragam sekolah gratis APBD Tahun Anggaran 2025/2026.
- Dugaan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui jalur yang dinilai tidak sesuai prosedur.
- Dugaan intervensi Dinas Pendidikan terhadap kewenangan satuan pendidikan.
Massa juga mendesak Inspektorat Daerah Kabupaten OKU melakukan Audit Dengan Tujuan Tertentu (ADTT) terhadap penggunaan anggaran di Dinas Pendidikan agar seluruh pengelolaan keuangan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.
Perwakilan South Sumatra Corruption Watch (SCW), Antoni Chaniago, menyatakan pihaknya akan membawa laporan tersebut ke tingkat nasional apabila tidak terdapat tindak lanjut dari pemerintah daerah maupun DPRD.
“Apabila tidak ada langkah konkret, kami siap menyampaikan seluruh dokumen yang kami miliki kepada Kejaksaan Agung dan Kementerian Pendidikan untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing,” katanya.
DPRD Siap Dorong Pembentukan Pansus
Menanggapi aspirasi tersebut, Anggota DPRD Kabupaten OKU Awal Fajri menyatakan pihaknya menerima tuntutan masyarakat dan akan mendorong pembentukan Panitia Khusus (Pansus) guna mengkaji berbagai persoalan yang disampaikan dalam aksi.
Menurutnya, pembahasan melalui Pansus diharapkan dapat dilakukan secara terbuka sesuai mekanisme yang berlaku sehingga seluruh informasi dapat diklarifikasi secara objektif.
“Kami menerima aspirasi masyarakat dan akan mendorong pembentukan Pansus agar seluruh persoalan yang disampaikan dapat dibahas secara transparan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari peserta aksi. Namun, massa menegaskan akan terus mengawal proses tersebut hingga terdapat tindak lanjut yang nyata.
Aliansi memberikan tenggat waktu hingga Rabu (5/8/2026) kepada Pemerintah Kabupaten OKU dan DPRD untuk menunjukkan langkah konkret atas tuntutan yang disampaikan. Mereka menyatakan siap menggelar aksi lanjutan dengan jumlah peserta lebih besar apabila belum terdapat perkembangan yang dianggap memadai.
Aksi Berlangsung Tertib
Selama berlangsungnya demonstrasi, aparat keamanan dari Polres OKU bersama Kodim 0403/OKU melakukan pengamanan di seluruh titik aksi.
Perwakilan massa menyampaikan apresiasi kepada aparat keamanan yang dinilai mampu menjaga jalannya demonstrasi secara tertib, aman, dan kondusif sehingga penyampaian aspirasi berlangsung tanpa insiden.
Hingga aksi berakhir, belum terdapat pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten OKU maupun Dinas Pendidikan Kabupaten OKU terkait berbagai dugaan yang disampaikan massa. Redaksi membuka ruang hak jawab dan akan memuat penjelasan dari pihak-pihak terkait sebagai bagian dari prinsip pemberitaan yang berimbang. (Hr)