MUARA ENIM, KARSASRIWIJAYA – Pola asuh digital (digital parenting) menjadi salah satu tantangan sekaligus kebutuhan penting dalam mendidik anak di era teknologi. Karena itu, Plt Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si., mengajak para orang tua untuk menerapkan pola asuh digital secara bijak dengan membatasi penggunaan gawai pada anak usia dini.
Pesan tersebut disampaikan Sumarni saat membuka Lomba Balita Indonesia (LBI) Tingkat Kabupaten Muara Enim yang digelar di Balai Agung Serasan Sekundang (Bass), Kamis (9/7/2026).
Di hadapan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perempuan, tenaga kesehatan, dan para orang tua peserta, Sumarni menegaskan bahwa penggunaan gadget secara berlebihan pada balita perlu dihindari. Sebagai gantinya, orang tua diharapkan memperbanyak interaksi langsung yang penuh kasih sayang guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Menurutnya, masa golden age merupakan periode yang sangat menentukan perkembangan kecerdasan, kemampuan motorik, serta pembentukan karakter anak. Karena itu, stimulasi yang diberikan melalui aktivitas bermain, komunikasi, dan interaksi langsung dinilai jauh lebih efektif dibandingkan paparan layar digital yang berlebihan.
“Pengasuhan yang tepat sejak usia dini merupakan investasi penting untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Hal ini juga sejalan dengan visi pembangunan daerah melalui program MEMBARA (Muara Enim Bangkit, Rakyat Sejahtera, Maju Berkelanjutan),” ujarnya.
Sumarni berharap Lomba Balita Indonesia tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya pemenuhan aspek kesehatan, gizi, dan pola pengasuhan anak sejak dini sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim, dr. Eni Zatila, MKM., menjelaskan bahwa tumbuh kembang anak harus didukung secara menyeluruh, baik dari sisi fisik maupun psikologis. Menurutnya, orang tua memiliki peran utama dalam memberikan stimulasi yang tepat, terutama selama periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang menjadi fase paling krusial dalam perkembangan anak.
Ia menambahkan, Lomba Balita Indonesia tingkat Kabupaten Muara Enim tahun ini diikuti 48 balita finalis yang berasal dari 24 puskesmas di 22 kecamatan. Para peserta terbagi ke dalam dua kategori usia, yakni 6–24 bulan dan 24–59 bulan.
Dua peserta terbaik dari masing-masing kategori akan mewakili Kabupaten Muara Enim pada Lomba Balita Indonesia Tingkat Provinsi Sumatera Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli 2026.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Muara Enim berharap semakin banyak keluarga yang memahami pentingnya pola asuh yang sehat, seimbang, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, sehingga mampu mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Dilansir dari : muaraenimkab.go.id