banner 728x250

Gubernur Herman Deru Tinjau Pabrik Tapioka di Ogan Ilir, Dorong Hilirisasi Komoditas Lokal

OGAN ILIR, KARSASRIWIJAYA – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menutup rangkaian kunjungan kerjanya dengan meninjau pabrik pengolahan tepung tapioka di kawasan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (9/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mendorong penguatan hilirisasi komoditas lokal serta mempercepat kemandirian industri berbasis sumber daya daerah.

Selama sekitar 30 menit, Herman Deru meninjau langsung proses produksi tepung tapioka yang mengolah ubi kayu (singkong) menjadi produk bernilai tambah. Ia melihat tahapan produksi sekaligus berdialog mengenai potensi pengembangan industri hilir di Sumatera Selatan.

Dalam kesempatan itu, Herman Deru menegaskan bahwa daerah perlu terus berinovasi dalam memperkuat perekonomian, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang diterapkan secara nasional.

Menurutnya, ketergantungan terhadap pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus mulai dikurangi dengan memperluas investasi serta mengembangkan sektor industri pengolahan yang mampu menciptakan nilai tambah bagi komoditas lokal.

“Di tengah efisiensi yang sedang berjalan, masih ada banyak cara agar kita tidak selalu bergantung pada APBN ataupun APBD. Contoh nyata efisiensi dan kemandirian itu bisa kita lihat dari operasional pabrik tapioka ini,” ujar Herman Deru.

Ia menambahkan, berbagai kebutuhan pembangunan yang belum sepenuhnya dapat dibiayai pemerintah, seperti pengembangan sektor pakan ternak maupun industri turunan lainnya, dapat diwujudkan melalui kemitraan strategis antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan lembaga penelitian.

“Ini bisa dikerjasamakan secara terpadu dengan melibatkan pihak pengusaha, kalangan akademisi, maupun para peneliti. Sinergi kuat seperti inilah yang akan membuat roda perekonomian kita tetap berjalan kencang,” katanya.

Menurut Herman Deru, pendekatan kolaboratif atau pentahelix menjadi salah satu strategi penting dalam mempercepat hilirisasi komoditas unggulan daerah sekaligus meningkatkan daya saing industri Sumatera Selatan.

Ia berharap model kemitraan tersebut dapat diterapkan pada berbagai sektor potensial lainnya sehingga mampu menciptakan ekosistem industri yang lebih mandiri, memperluas peluang investasi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui penguatan hilirisasi berbasis komoditas lokal, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan optimistis sektor industri pengolahan akan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang berdaya saing tinggi, baik di pasar nasional maupun global.

Dilansir dari : sumselprov.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *