BANYUASIN, KARSASRIWIJAYA – Arus distribusi barang menuju Pelabuhan Tanjung Api-Api, Sumatera Selatan, mengalami gangguan serius akibat kemacetan parah sepanjang sekitar lima kilometer di ruas jalan utama Palembang–Tanjung Api-Api, Sabtu (11/4).
Kemacetan didominasi antrean truk logistik dan kendaraan pribadi yang terjebak sejak pagi hari. Penyempitan badan jalan akibat proyek galian yang dikerjakan oleh Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian Pekerjaan Umum disebut menjadi penyebab utama tersendatnya lalu lintas.
Sejumlah pengendara mengeluhkan kondisi tersebut, terutama karena tidak tersedianya jalur alternatif. Bahu jalan yang seharusnya dapat difungsikan sementara juga belum diperbaiki, sehingga kendaraan terpaksa melintas pada satu jalur sempit.
“Sudah berjam-jam terjebak, sangat merugikan, apalagi kami mengejar waktu bongkar muat di pelabuhan,” ujar Andre, salah satu sopir truk.
Kemacetan ini berdampak langsung terhadap distribusi logistik. Keterlambatan pengiriman berpotensi mengganggu rantai pasok dan aktivitas ekonomi di Sumatera Selatan, mengingat jalur tersebut merupakan akses vital menuju kawasan pelabuhan.
Untuk mengurai kepadatan, aparat gabungan dari Satuan Lalu Lintas Polrestabes Palembang dan Polres Banyuasin menerapkan rekayasa lalu lintas. Kasat Lantas Polres Banyuasin, Suwandi, menjelaskan bahwa penutupan dilakukan di Simpang Empat Bandara menuju jalur pelabuhan, serta sistem buka-tutup satu arah diberlakukan secara bergantian.
Meski demikian, ia mengakui kondisi di lapangan masih jauh dari ideal.
Sementara itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Banyuasin, Dimas, menilai persoalan ini telah berlangsung sejak lama dan belum ditangani secara optimal.
Ia mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek jalan serta memperbaiki manajemen lalu lintas agar tidak terus mengganggu aktivitas masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak BBPJN terkait kondisi kemacetan tersebut.
Dilansir dari : catatanjurnaslist.com