BPBD Tekankan Peran Camat sebagai Garda Terdepan Penanganan Banjir

LUBUK LINGGAU, KARSASRIWIJAYA – Peran camat sebagai ujung tombak penanganan bencana kembali ditegaskan dalam rapat koordinasi pengendalian banjir yang digelar baru-baru ini bersama BPBD Kota Lubuk Linggau dan para camat se-Kota Lubuk Linggau.

Dalam forum tersebut, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sumatera Selatan menekankan bahwa kecamatan merupakan garis depan dalam menghadapi situasi darurat, terutama saat banjir melanda.

Menurutnya, kecepatan respons di tingkat kecamatan sangat menentukan efektivitas penanganan bencana. Camat dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi penghubung langsung antara pemerintah daerah dan masyarakat di lapangan.

“Peran camat harus dimaksimalkan, mulai dari koordinasi awal, penyampaian informasi, hingga penggerakan sumber daya di wilayah masing-masing,” tegasnya.

Ia menjelaskan, dalam kondisi darurat seperti banjir, camat tidak hanya berfungsi sebagai administrator wilayah, tetapi juga sebagai pengendali lapangan yang memastikan proses evakuasi, pendirian posko, serta distribusi bantuan berjalan cepat dan tepat sasaran.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Kota Lubuk Linggau berharap sinergi antara seluruh pihak terus diperkuat. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci utama dalam meningkatkan kualitas penanggulangan bencana di daerah.

“Kami berharap koordinasi antara BPBD, camat, hingga perangkat kelurahan semakin solid, sehingga penanganan bencana bisa lebih optimal dan responsif,” ujarnya.

Rakor ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kesiapsiagaan daerah, khususnya dalam menghadapi potensi banjir yang kerap terjadi di sejumlah wilayah Kota Lubuk Linggau.

Dengan optimalisasi peran camat sebagai garda terdepan, diharapkan penanganan bencana tidak hanya lebih cepat, tetapi juga mampu meminimalisir dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat.

Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp
Exit mobile version