banner 728x250

Bupati OKU Luncurkan Pengurasan Pipa PDAM Tirta Raja

Bupati OKU bersama jajaran PDAM Tirta Raja meninjau pengurasan jaringan pipa untuk meningkatkan kualitas air bersih di Baturaja. Jumat (24/4/2026).

BATURAJA, KARSASRIWIJAYA – Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Teddy Meilwansyah, meluncurkan program pengurasan jaringan perpipaan Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik PDAM Tirta Raja sebagai langkah meningkatkan kualitas air bersih bagi pelanggan, Jumat (24/4/2026).

Kebijakan ini diambil sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait kualitas air yang dinilai kurang jernih. Pengurasan dilakukan di sejumlah titik jaringan pipa di Kota Baturaja untuk menghilangkan endapan lumpur yang selama ini mengganggu distribusi air.

“Hari ini kita melakukan pengurasan pipa di beberapa titik sebagai tindak lanjut atas masukan masyarakat. Tujuannya agar kualitas air yang diterima pelanggan menjadi lebih baik dan bersih,” ujar Teddy Meilwansyah.

Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan upaya konkret pemerintah daerah bersama PDAM untuk meningkatkan pelayanan publik, khususnya kebutuhan dasar air bersih. Bupati juga memastikan proses pengurasan dilakukan secara bertahap dan terukur agar tidak mengganggu distribusi secara signifikan.

Ke depan, pengurasan jaringan perpipaan ini direncanakan menjadi program rutin dengan jadwal berkala, menyesuaikan kondisi teknis di lapangan. Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk mendukung upaya peningkatan layanan tersebut.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Raja, Bertho Darmo Poedjo Asmanto, menjelaskan bahwa pengurasan tahap awal difokuskan pada WTP Bakung dengan empat titik pembuangan, yakni dua titik di kawasan Bakung dan dua lainnya di jalur lintas Sumatera.

Menurutnya, hasil pengurasan menunjukkan adanya endapan lumpur dalam jumlah besar yang telah mengendap selama bertahun-tahun di dalam pipa. Dengan teknik pendorongan menggunakan alat khusus, lumpur tersebut berhasil dikeluarkan sehingga kualitas air yang disalurkan ke pelanggan diharapkan meningkat.

“Pengurasan ini dilakukan secara cepat dan bertahap, dengan estimasi waktu sekitar 30 menit hingga satu jam per titik. Dampaknya dirasakan sekitar 140 sambungan rumah,” jelasnya.

Melalui langkah ini, Pemkab OKU menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan air bersih bagi masyarakat.

Dilansir dari : okukab.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *