SUMSEL – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus mempercepat pembangunan konektivitas menuju Pelabuhan Internasional Tanjung Carat sebagai langkah strategis mendorong pertumbuhan ekonomi daerah hingga menembus angka 8 persen.
Gubernur Sumsel, Herman Deru, memimpin langsung proses groundbreaking pembangunan akses jalan dari Tanjung Api-Api menuju TPI Sungsang pada Minggu (23/11/2025). Ia menegaskan bahwa proyek ini merupakan infrastruktur vital yang sudah diperjuangkan selama delapan periode gubernur dan kini mulai menunjukkan progres nyata.
“Pelabuhan Tanjung Carat bukan hanya mimpi lama Sumsel. Ini kebutuhan agar ekonomi kita melompat lebih tinggi. Kita butuh pintu ekspor sendiri,” ujar Deru.
Dorong Ekspor Komoditas Unggulan
Selama ini, Sumsel belum memiliki pelabuhan ekspor-impor mandiri sehingga masih bergantung pada provinsi tetangga. Padahal daerah ini memiliki komoditas unggulan seperti kelapa, kopi, dan sawit yang siap bersaing di pasar global.
Dengan beroperasinya Pelabuhan Tanjung Carat, jalur logistik bakal lebih efisien, biaya distribusi menurun, dan daya saing produk Sumsel meningkat. Deru optimistis target pertumbuhan ekonomi 8 persen dapat dicapai dengan percepatan infrastruktur strategis ini.
Didukung Pemerintah Pusat dan PUPR
Dukungan juga datang dari pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR. Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional, Panji Krisna Wardana, menyebut proyek akses menuju pelabuhan ini sebagai komitmen bersama dalam menghadirkan infrastruktur unggulan.
Pembangunan jembatan sepanjang 1 kilometer menjadi salah satu bagian penting dari proyek tersebut.
Pembangunan Bertahap dan Anggaran Jelas
Dinas PUBMTR Sumsel telah merampungkan seluruh kajian teknis, mulai dari FS (2023), DED (2023), hingga Amdal (2024). Ada dua ruas utama yang mulai dikerjakan:
- Simpang Tanjung Api-Api – Sungsang sepanjang 3,6 km
- Sungsang – Mozaik sepanjang 5,5 km
Untuk tahap awal, ruas Simpang Tanjung Api-Api–Sungsang telah memasuki fase konstruksi sejak November 2025 dengan anggaran Rp 33,29 miliar melalui skema Inpres Jalan Daerah.
Material campuran beton berkualitas tinggi digunakan untuk memastikan daya tahan jangka panjang, sesuai standar pembangunan jalan menuju kawasan pelabuhan.
Manfaat untuk Perikanan, Bioavtur, dan Ekspor
Gubernur Deru menegaskan bahwa pembangunan akses ini memiliki tiga dampak strategis:
- Mendukung operasional TPI Sungsang yang menjadi sentra perikanan pesisir.
- Memperkuat industri bioavtur berbahan baku kelapa, yang sedang dikembangkan di wilayah tersebut.
- Menjadi jalur utama menuju Pelabuhan Tanjung Carat sebagai pusat ekspor baru Sumsel.
“Ini bukan sekadar membangun jalan. Ini membuka peradaban ekonomi baru di wilayah utara Sumsel,” kata Deru.
Apresiasi dari Pemerintah Daerah
Bupati Banyuasin, H. Askolani, turut hadir dan menyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah provinsi dan pusat. Ia meyakini akses menuju Tanjung Carat akan memberi dampak langsung bagi masyarakat pesisir serta membuka peluang investasi baru.