banner 728x250

Presiden Prabowo Temui 12 CEO Global di Washington DC, Bahas Investasi Rp240 Ribu Triliun

Presiden Prabowo Subianto menerima 12 pimpinan perusahaan investasi global dalam sebuah pertemuan sebagai bagian dari kunjungan kerjanya di Washington DC, Amerika Serikat. Jumat (20/2/2026). Dok: BPMI Setpres

WASHINGTON D.C, KARSASRIWIJAYA — Presiden Prabowo Subianto menerima 12 pimpinan perusahaan investasi global dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2/2026). Para investor tersebut merupakan CEO dan presiden perusahaan terkemuka dunia dengan total aset kelolaan (assets under management/AUM) mencapai sekitar 15 triliun dolar AS.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menyampaikan pertemuan yang awalnya dijadwalkan satu jam berlangsung hampir dua jam karena diskusi berjalan konstruktif dan produktif.

“Diskusinya cukup panjang, hampir dua jam, karena sangat fruitful dan produktif,” ujar Rosan dalam keterangan pers usai pertemuan.

Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo memaparkan arah kebijakan ekonomi nasional, strategi penguatan iklim investasi, serta komitmen pemerintah menjaga stabilitas dan kepastian hukum. Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan dialog satu per satu (one-on-one) guna membahas peluang kerja sama yang lebih konkret.

Rosan menambahkan, kehadiran Danantara mendapat respons positif dari para investor. Mereka menilai Danantara berpotensi menjadi mitra strategis lokal dalam berbagai skema investasi, baik di dalam negeri maupun secara global.

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia tidak ingin lagi dipandang sebagai “sleeping giant”. Pemerintah berkomitmen mendorong kebangkitan ekonomi nasional melalui kemitraan global yang saling menguntungkan.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya diplomasi ekonomi Indonesia untuk menarik investasi berkualitas dan memperkuat posisi strategis di kancah global.

Dilansir dari : setkab.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *