banner 728x250

Budi Djiwandono Resmi Jabat Ketum Karang Taruna Nasional, Siap Turun ke Desa-desa dengan Semangat Inklusif

JAKARTA, Karsa Sriwijaya, 24 Agustus 2025 – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) sekaligus Ketua Fraksi Gerindra, Budisatrio Djiwandono, resmi dilantik sebagai Ketua Umum Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) masa bakti 2025-2030. Penetapan ini dilakukan secara musyawarah mufakat dalam acara Temu Karya Nasional IX Karang Taruna yang diselenggarakan di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta, Minggu (24/8/2025). Ia menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Didik Mukrianto.

Dalam sambutannya, Budisatrio Djiwandono menyatakan bahwa posisi ini merupakan “tugas dan tanggung jawab yang tidak enteng”. Ia merasakan bukan hanya dukungan, tetapi juga “harapan rakyat yang begitu besar terhadap kerja nyata” yang harus dibuktikan oleh pengurus pusat Karang Taruna yang baru.

Mengusung Pesan Moral dari Prabowo Subianto

Budi Djiwandono menegaskan akan menanamkan nilai-nilai yang diajarkan oleh pamannya, Presiden Prabowo Subianto, dalam kepemimpinannya di Karang Taruna. Ia mengungkapkan bahwa Prabowo telah menitipkan sebuah nasihat yang menjadi prinsip hidupnya dan yang ingin ia tularkan kepada seluruh kader Karang Taruna.

Pesan tersebut, menurut Budi, sederhana namun penuh makna: “Budi, kalau kau sudah punya rezeki, kau bantu sebanyak-banyaknya orang. Kalau kau belum cukup rezeki, bantu sebisa-bisanya.” Prabowo menekankan pentingnya membantu orang lain sesuai kemampuan, mulai dari 10.000 orang, 1.000 orang, 100 orang, hingga minimal 1 orang. Namun, yang terpenting dari semua itu adalah “jangan pernah berbuat jahat kepada siapapun”.

Budi menambahkan bahwa Prabowo melihatnya bukan hanya sebagai keponakan, tetapi juga menitipkan pesan ini kepada kader-kader. Nilai-nilai yang ia pelajari dari Bapak Presiden akan menjadi pedoman Karang Taruna selama lima tahun ke depan.

Komitmen Kepemimpinan Inklusif dan Turun ke Masyarakat

Mengenai arah kepengurusannya, Budisatrio berkomitmen untuk membangun sebuah kepengurusan yang inklusif. “Saya akan membuka pintu selebar-lebarnya, membangun sebuah kepengurusan yang inklusif. Yang tidak melihat pemuda dengan apapun latar belakangnya, tidak melihat mereka berasal dari daerah mana, dari suku mana, agama manapun, dan tidak melihat dari partai politik manapun,” tegasnya.

Ia bertekad untuk membentuk “keluarga besar Karang Taruna yang diisi oleh anak-anak muda yang benar-benar akan membersamai, membangun sebuah jiwa dan semangat sosial yang tinggi”. Program kerjanya akan berfokus pada kehadiran langsung di tengah masyarakat. “Turun di desa-desa, daerah, dan provinsi menghadirkan bantuan secara langsung ataupun sifat-sifatnya pemberdayaan,” janji Budi. Rencana detail dan program kerja lima tahun ke depan akan ditetapkan dalam mekanisme rapat pimpinan selanjutnya.

Budi Djiwandono juga sempat berbagi pengalaman pribadinya, menceritakan bagaimana ia pernah dua kali gagal sebagai calon anggota legislatif namun tidak pernah menyerah, hingga akhirnya terpilih menjadi anggota DPR untuk ketiga kalinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *