PALEMBANG, KARSASRIWIJAYA – Kabar pahit menyelimuti pecinta sepak bola Sumatera Selatan. Klub legendaris asal Palembang, Sriwijaya FC, resmi terdegradasi ke Liga 3 setelah menelan kekalahan telak 0-3 dari rival sekota, Sumsel United, dalam laga Derbi Sumatera Selatan.
Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sabtu (28/2/2026) malam, berlangsung dalam tekanan tinggi. Sumsel United unggul cepat sejak menit awal dan mampu mempertahankan dominasi hingga peluit panjang berbunyi. Sriwijaya FC kesulitan mengembangkan permainan dan gagal mencetak gol balasan.
Kekalahan tersebut memastikan Laskar Wong Kito tak mampu keluar dari zona degradasi kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026. Dengan selisih poin yang tak lagi terkejar meski menyisakan beberapa laga, posisi Sriwijaya FC dipastikan turun kasta ke Liga 3 musim depan.
Degradasi ini menjadi salah satu catatan paling kelam dalam sejarah klub yang pernah meraih Double Winner 2007 dan menjuarai Liga Super Indonesia 2012. Dalam beberapa musim terakhir, performa tim terus merosot akibat persoalan internal, mulai dari krisis finansial, keterbatasan sponsor, hingga masalah manajemen. Kondisi tersebut berdampak langsung pada konsistensi tim di lapangan.
Di sisi lain, kemenangan Sumsel United dalam derby ini menandai kebangkitan kekuatan baru sepak bola Sumatera Selatan. Hasil tersebut sekaligus mencerminkan pergeseran dominasi di level regional.
Bagi suporter setia Sriwijaya FC, degradasi ini menjadi pukulan berat. Klub yang pernah menjadi kebanggaan Sumatera Selatan kini menghadapi tantangan besar untuk bangkit dan menata ulang fondasi demi kembali ke level kompetisi profesional yang lebih tinggi.