banner 728x250

BMKG: Curah Hujan Meningkat, La Niña Lemah Bertahan hingga Awal 2026

adan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan Apel Kesiapsiagaan Bencana. Selasa, (4/11/2025). Dok:bmkg.go.id

JAKARTA, KARSASRIWIJAYA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan Apel Kesiapsiagaan Bencana. Selasa, (4/11/2025).

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa Indonesia saat ini tengah memasuki periode peningkatan curah hujan yang menandai peralihan menuju puncak musim hujan.

Faisal menjelaskan fenomena La Niña lemah masih berlangsung dan diprediksi bertahan hingga Maret 2026, meski dampaknya terhadap penambahan curah hujan tidak signifikan. “Meski begitu, curah hujan tinggi tetap perlu diwaspadai karena berpotensi menimbulkan banjir dan longsor,” ujarnya.

BMKG memprediksi curah hujan tinggi akan terjadi di Jawa, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Papua bagian selatan. Faktor global seperti La Niña lemah dan Dipole Mode negatif turut menjaga atmosfer tetap labil, meningkatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah daerah.

Untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, BMKG bersama BNPB dan Kementerian PUPR telah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Menteri PUPR Dody Hanggodo menegaskan pentingnya kolaborasi lintas instansi dalam menghadapi bencana hidrometeorologi. “Kita tidak bisa mengendalikan alam, tapi bisa memastikan infrastruktur tetap tangguh menghadapi tantangan tersebut,” ujarnya.

BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Dilansir dari : bmkg.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *