banner 728x250

Program Makan Bergizi Gratis Dongkrak Aktivitas Pasar Tradisional di Kabupaten Semarang

SEMARANG, KARSASRIWIJAYA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan dampak positif terhadap perekonomian lokal, khususnya di pasar tradisional. Di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, sejumlah pedagang mengakui adanya peningkatan permintaan bahan pangan sejak program tersebut berjalan.

Salah satu pedagang yang merasakan dampak langsung adalah Endang, pedagang ayam potong di Pasar Rakyat Bandarjo, Kecamatan Ungaran Barat. Ia menyebut permintaan ayam potong meningkat signifikan seiring kebutuhan rutin dari Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) yang menjadi pemasok utama program MBG.

“Alhamdulillah, dengan adanya MBG, penjualan ayam saya meningkat cukup tajam. Setiap hari ada permintaan untuk memenuhi kebutuhan program makan bergizi,” ujar Endang.

Peningkatan aktivitas pasar tersebut terpantau saat Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan ke Pasar Rakyat Bandarjo, Minggu (11/1/2026). Dalam kunjungan tersebut, Menko Pangan berdialog langsung dengan para pedagang, memantau harga serta ketersediaan bahan pangan, sekaligus memastikan pasokan untuk mendukung keberlanjutan program MBG.

Selain melakukan peninjauan, Zulkifli Hasan juga memborong sejumlah kebutuhan pokok di pasar untuk dibagikan kepada pengunjung. Langkah ini mendapat apresiasi dari pedagang karena dinilai turut menggerakkan roda ekonomi rakyat.

Para pedagang menilai, Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berkontribusi dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap perputaran ekonomi di tingkat lokal. Permintaan yang stabil dari SPPG dinilai mampu menciptakan kepastian pasar bagi pelaku usaha kecil.

Mereka berharap program MBG dapat terus berlanjut secara berkesinambungan dan menjangkau lebih banyak daerah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, baik dari sisi kesehatan generasi muda maupun penguatan ekonomi kerakyatan.

Dilansir dari : sumaterapos.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *