banner 728x250

Ketahanan Pangan Banyuasin: Dari Lahan Rawa ke Mesin Ekonomi Daerah

Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, SH., MH saat menjadi narasumber podcast CNBC Indonesia membahas strategi ketahanan pangan Kabupaten Banyuasin. Jum'at (6/2/2026).

JAKARTA, KARSASRIWIJAYA — Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, perlahan menjelma menjadi salah satu motor ketahanan pangan nasional. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. H. Askolani, SH., MH dan Wakil Bupati Netta Indian, SP, daerah yang didominasi lahan pasang surut ini berhasil mengubah tantangan geografis menjadi kekuatan ekonomi berbasis pertanian.

Dalam podcast CNBC Indonesia, Jumat (6/2/2026), Askolani memaparkan strategi Banyuasin dalam memperkuat produksi pangan melalui optimalisasi lahan rawa menjadi sawah produktif. Upaya tersebut tak hanya berorientasi pada peningkatan produksi beras, tetapi juga diarahkan untuk menggerakkan ekonomi pedesaan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Kabupaten Banyuasin tercatat memiliki lahan baku sawah (LBS) seluas 189.345 hektare. Potensi besar ini menjadi fondasi utama dalam mewujudkan target produksi beras hingga 1,2 juta ton per tahun. Pemerintah daerah fokus pada dua terobosan ekonomi pertanian, yakni peningkatan indeks pertanaman (IP) dan produktivitas padi per hektare.

Saat ini, rata-rata indeks pertanaman di Banyuasin berada di angka 1,4. Artinya, sebagian besar petani masih menanam satu hingga dua kali setahun. Dengan dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan), rehabilitasi lahan, serta program Optimasi Lahan (OPLAH), pemerintah menargetkan peningkatan IP200 dan IP300 agar perputaran ekonomi petani semakin cepat.

Selain produksi, Pemkab Banyuasin juga menjaga stabilitas pendapatan petani melalui perlindungan harga gabah. Sinergi dengan Bulog dilakukan untuk memastikan harga gabah tetap berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP), sehingga petani memperoleh kepastian usaha.

Ke depan, Banyuasin tak hanya menargetkan swasembada pangan, tetapi juga mendorong hilirisasi hasil pertanian. Pengembangan industri pengolahan padi diharapkan mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan menjadikan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Dilansir dari : banyuasinkab.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *