Palembang, KARSASRIWIJAYA – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan komitmennya dalam menekan angka kematian akibat dengue di wilayahnya. Hal itu disampaikan saat meresmikan agenda “Pemantauan Aktif Pencegahan Dengue pada Anak Sekolah Dasar” bertema Menuju Sumsel Nol Kematian Akibat Dengue Tahun 2030 di Palembang, Rabu (18/2/2026).
Didampingi Ketua TP PKK Sumsel Hj. Feby Deru, Herman Deru menyebut program ini sebagai langkah awal yang krusial untuk melindungi generasi muda dari infeksi yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti. Ia mengungkapkan, Kota Palembang menjadi salah satu wilayah prioritas dengan sekitar 5.000 sasaran anak sekolah dasar.
“Palembang termasuk daerah dengan tingkat kelembapan cukup tinggi, sehingga pencegahan dengue di sini sangat vital,” ujarnya.
Gubernur juga mendorong kalangan akademisi, khususnya Fakultas Kedokteran, untuk lebih masif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi dengue. Menurutnya, vaksinasi merupakan solusi konkret untuk menekan risiko kematian, mengingat Sumsel termasuk daerah dengan angka kasus yang relatif tinggi.
Ketua Vaksinasi Nasional sekaligus Ketua Komite Imunisasi, Prof. Dr. dr. Sri Rezeki, menjelaskan bahwa istilah Demam Berdarah Dengue (DBD) kini lebih tepat disebut sebagai infeksi dengue. Anak-anak, kata dia, menjadi kelompok paling rentan terhadap infeksi tersebut.
Program pemantauan aktif ini merupakan kolaborasi multinegara yang melibatkan Indonesia, Thailand, dan Malaysia selama tiga tahun. Pelaksanaannya menggandeng Universitas Sriwijaya, Dinas Kesehatan, puskesmas, serta rumah sakit rujukan di Sumsel.
“Vaksin dengue dapat diberikan pada rentang usia 6 hingga 60 tahun untuk memperkuat perlindungan,” jelas Sri Rezeki.
Dilansir dari : sumselprov.go.id