OGAN ILIR, KARSASRIWIJAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan dekat ruas Tol Palembang–Indralaya (Palindra), Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, menghanguskan sekitar 10 hektare lahan.
Peristiwa tersebut terjadi di Desa Palemraya, Kecamatan Indralaya Utara. Api dilaporkan mulai muncul pada siang hari dan dengan cepat meluas akibat kondisi lahan yang kering serta vegetasi mudah terbakar.
Kepala Pelaksana BPBD Ogan Ilir, Edi Rahmat, mengatakan kebakaran akhirnya berhasil dipadamkan setelah upaya intensif tim gabungan, yang juga dibantu hujan deras.
“Api sudah padam, luas lahan terbakar mencapai 10 hektare. Pemadaman juga terbantu hujan,” ujarnya.
Lahan yang terbakar diketahui merupakan area semi gambut dengan vegetasi berupa semak dan kayu gelam, yang mempercepat penyebaran api. Penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan, termasuk kepemilikan lahan.
Dalam proses pemadaman, tim gabungan yang terdiri dari personel BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, serta masyarakat setempat dikerahkan ke lokasi. Mereka menggunakan peralatan pemadaman darat seperti mesin pompa dan suplai air dari tangki.
Meski kebakaran berhasil dikendalikan, pihak kepolisian dan pemerintah daerah terus mengintensifkan langkah antisipasi. Salah satunya melalui patroli rutin di wilayah rawan serta sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Selain itu, pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan penetapan status siaga karhutla sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran yang meningkat menjelang musim kemarau.
Peran aktif masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mencegah kejadian serupa. Warga diimbau segera melaporkan jika menemukan titik api serta turut menjaga lingkungan dari praktik pembakaran lahan.
Dengan sinergi lintas pihak, diharapkan risiko karhutla di wilayah Ogan Ilir dapat ditekan, terutama pada periode rawan kebakaran.