Dalam kitab sejarah raja-raja Melayu yang ditulis di Perlis, Malaysia, disebutkan bahwa di Muara Sungai Tatang terdapat sebuah daerah yang kemudian dikenal sebagai Palembang. Di bagian hulu sungai ini, terdapat Sungai Melayu yang airnya mengalir ke Sungai Tatang. Di dekat Sungai Melayu inilah menjulang sebuah bukit yang dikenal dengan nama Bukit Siguntang.
Sejak abad ke-14 hingga ke-17, Bukit Siguntang telah dianggap sebagai tempat suci dan penuh karisma. Di bukit ini terdapat makam tokoh-tokoh keturunan Kerajaan Sriwijaya, menjadikannya salah satu destinasi wisata sejarah yang berkaitan erat dengan kejayaan kerajaan tersebut, termasuk peranannya sebagai pusat kegiatan agama Buddha di Nusantara.
Sejak abad ke-14 hingga ke-17, Bukit Siguntang telah dianggap sebagai tempat suci dan penuh karisma.
Bukit Siguntang berada pada ketinggian sekitar 27 meter di atas permukaan laut dengan luas sekitar 12,8 hektare. Lokasinya terletak di Jalan Srijaya Negara, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang. Pada masa kolonial Belanda, bukit ini dianggap sebagai salah satu tempat terindah di Palembang. Beberapa makam yang terdapat di kawasan ini antara lain makam Segentar Alam, Puteri Kembang Dadar, Puteri Kembang Selako, Panglima Bagus Kuning, Panglima Bagus Karang, Panglima Tuan Junjungan, Pangeran Raja Batu Api, dan Panglima Jago Lawang.
Segentar Alam dikenal sebagai sosok perkasa yang diyakini merupakan keturunan Iskandar Zulkarnain. Ia dianggap sebagai pembawa petuah yang membawa kemakmuran dan kejayaan bagi wilayahnya. Tidak jauh dari makamnya, terdapat makam Putri Kembang Dadar. Secara etimologi, namanya terdiri dari tiga kata: puteri, sebagai panggilan kehormatan bagi perempuan; kembang, yang melambangkan karunia alam yang dikagumi banyak orang; dan dadar, yang bermakna ujian. Secara harfiah, Putri Kembang Dadar dapat diartikan sebagai seorang puteri yang dimuliakan dan dikagumi karena mampu menghadapi berbagai cobaan.
Selain menjadi tempat pemakaman keturunan Kerajaan Sriwijaya, Bukit Siguntang juga memiliki jejak sebagai pusat ibadah agama Buddha sejak abad ke-7.
Selain menjadi tempat pemakaman keturunan Kerajaan Sriwijaya, Bukit Siguntang juga memiliki jejak sebagai pusat ibadah agama Buddha sejak abad ke-7. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya arca Buddha setinggi 2,77 meter yang terbuat dari batu granit di kawasan tersebut.
Temuan arkeologis lainnya di Bukit Siguntang mencakup pecahan tembikar dan keramik peninggalan Dinasti Tang. Artefak ini menunjukkan bahwa selain menjadi pusat kegiatan agama Buddha bagi para bhikkhu dan sanggha, kawasan ini juga pernah menjadi pemukiman. Untuk pelestarian, benda-benda bersejarah tersebut kini disimpan di Museum Balaputra Dewa dan Museum Sriwijaya di Kompleks Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya.
Selain menjadi pusat kegiatan agama Buddha bagi para bhikkhu dan sanggha, kawasan ini juga pernah menjadi pemukiman.
Di bagian dalam kawasan Bukit Siguntang, terdapat menara pandang yang berdiri tepat di tengah bukit. Dari menara ini, pengunjung dapat melihat pemandangan sekitar dengan jelas. Selain itu, terdapat relief-relief yang menggambarkan berbagai peristiwa bersejarah, seperti seorang pendeta yang sedang belajar agama Buddha, prasasti pendirian Kerajaan Sriwijaya, suasana kemakmuran pada masa kejayaan Sriwijaya, kapal Sriwijaya yang melambangkan dominasinya di lautan, hingga kisah Laksamana Cheng Ho dan pasukannya yang menumpas bajak laut di perairan Sungai Musi.
Bukit Siguntang tidak hanya memiliki nilai sejarah sebagai tempat pemakaman para tokoh Sriwijaya, tetapi juga sebagai lokasi penting dalam perjalanan politik di Palembang. Konon, Sultan Mahmud Badaruddin II pernah mengajak para pemimpin dari pedalaman Palembang untuk bersumpah setia kepada kesultanan di bukit ini, yang pada masa lalu dikenal sebagai kawasan sejuk dan dikelilingi pepohonan.
Mengenal Bukit Siguntang
Bukit Siguntang, yang memiliki ketinggian sekitar 29–30 meter di atas permukaan laut, bukan sekadar bukit biasa. Tempat ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang penting, terutama bagi masyarakat Melayu dan Kesultanan Palembang. Konon, Bukit Siguntang juga dikaitkan dengan kisah Sang Sapurba, tokoh mitos yang dipercaya sebagai leluhur raja-raja Melayu.
Di bukit ini terdapat beberapa makam tokoh bersejarah yang diyakini berasal dari era Sriwijaya. Salah satunya adalah makam Putri Kembang Dadar, yang dikenal sebagai keturunan bangsawan.
Selain itu, ada juga makam Pangeran Radja Batu Api dan tokoh lainnya yang memiliki peran penting dalam sejarah Palembang. Tak heran, banyak orang datang ke sini untuk berziarah atau sekadar menikmati suasana tenang di tengah pepohonan yang rindang.
Lokasi, Rute, dan Harga Tiket Bukit Siguntang
Bukit Siguntang terletak di Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Sumatra Selatan. Bukit ini berada di bagian barat Kota Palembang dan memiliki ketinggian sekitar 29–30 meter di atas permukaan laut. Lokasinya yang strategis membuatnya mudah diakses oleh wisatawan, baik yang datang menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.
Bagi kamu yang berangkat dari pusat Kota Palembang, perjalanan ke Bukit Siguntang hanya memakan waktu sekitar 15–20 menit dengan kendaraan bermotor, tergantung kondisi lalu lintas. Jaraknya sekitar 7–8 km dari pusat kota.
Untuk menikmati keindahan Bukit Siguntang, kamu hanya perlu membayar tiket masuk yang sangat terjangkau, yaitu Rp3.000 untuk anak-anak dan Rp5.000 untuk orang dewasa. Dengan harga tiket yang murah meriah, kamu sudah bisa menjelajahi situs bersejarah, melihat makam-makam kuno, serta menikmati ketenangan di tengah lingkungan hijau yang asri.
Fakta Menarik Bukit Siguntang
Di balik hijaunya pepohonan dan suasana tenangnya, Bukit Siguntang menyimpan banyak cerita menarik. Penasaran? Yuk, simak beberapa fakta unik tentang ini!
1. Peninggalan Zaman Sriwijaya
Bukit Siguntang diyakini sebagai salah satu situs bersejarah yang terkait dengan Kerajaan Sriwijaya, kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara pada masanya. Banyak arkeolog menemukan peninggalan kuno di area ini, seperti fragmen arca Buddha, yang menjadi bukti bahwa Palembang pernah menjadi pusat keagamaan dan perdagangan di masa lampau.
2. Lokasi Makam Tokoh Bersejarah
Saat berkunjung ke Bukit Siguntang, kamu akan menemukan beberapa makam tokoh penting yang dipercaya berasal dari era Sriwijaya. Beberapa di antaranya adalah makam Putri Kembang Dadar, Pangeran Raja Batu Api, dan Pangeran Sido Ing Lautan. Banyak peziarah yang datang untuk berdoa atau sekadar merasakan atmosfer spiritualnya.
3. Tempat Suci dan Mistis
Sejak zaman dahulu, Bukit Siguntang dianggap sebagai tempat yang sakral. Bahkan, ada legenda yang menyebutkan bahwa bukit ini adalah lokasi turunnya Sang Sapurba, tokoh mitos yang diyakini sebagai leluhur raja-raja Melayu. Karena aura mistisnya, banyak orang datang ke sini untuk mencari ketenangan atau meditasi.
Kegiatan Wisata di Bukit Siguntang
Bingung mau ngapain aja di Bukit Siguntang? Tenang, tempat ini punya banyak kegiatan seru yang bisa kamu coba! Yuk, lihat apa saja yang bisa kamu lakukan di sini!
1. Napak Tilas Sejarah Sriwijaya
Bukit Siguntang adalah tempat yang tepat buat kamu yang suka belajar sejarah. Kamu bisa menjelajahi situs-situs peninggalan Kerajaan Sriwijaya, seperti makam kuno dan patung Buddha. Sambil jalan-jalan, bayangkan bagaimana dulu bukit ini menjadi pusat kebudayaan dan keagamaan yang megah. Serasa jadi detektif sejarah, deh!
2. Berziarah ke Makam Tokoh Bersejarah
Kamu bisa mengunjungi makam Putri Kembang Dadar, Pangeran Radja Batu Api, dan beberapa tokoh lainnya yang dipercaya memiliki peran penting dalam sejarah Palembang. Banyak orang datang ke sini untuk berziarah dan mengenang kejayaan masa lalu.
3. Eksplorasi Peninggalan Arkeologi
Selain patung Buddha, di sini kamu juga bisa menemukan berbagai peninggalan arkeologi lainnya yang menarik. Jelajahi setiap sudut bukit untuk menemukan cerita-cerita tersembunyi dari masa lalu. Siapa tahu, kamu bisa dapat inspirasi baru dari kunjunganmu ini!
sumber video Indonesia Virtual Tour