APKASI Otonomi Expo 2026, Pemkab OKU Bidik Investor dan Promosikan Potensi Daerah

banner 468x60

JAKARTA, KARSASRIWIJAYA — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) memanfaatkan APKASI Otonomi Expo 2026 sebagai momentum untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus membuka peluang investasi.

Tak sekadar menampilkan produk unggulan, Pemkab OKU membawa berbagai potensi ekonomi daerah untuk diperkenalkan kepada calon investor dari berbagai wilayah Indonesia.

banner 336x280

Hal itu disampaikan Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah, S.STP., M.M., M.Pd., saat menghadiri penutupan APKASI Otonomi Expo 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Tangerang, Sabtu (29/8/2026).

Didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) OKU Alva Elan, S.ST., M.PSDA, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Teddy juga meninjau stan Kabupaten OKU yang menampilkan beragam potensi unggulan daerah.

Menurut Teddy, keikutsertaan OKU dalam expo tersebut tidak sekadar untuk memamerkan produk dan potensi daerah. Ajang itu juga menjadi ruang pertemuan antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan investor untuk membuka peluang kerja sama.

Potensi Daerah Ditawarkan kepada Investor

Stan Kabupaten OKU mengusung konsep miniatur Goa Harimau sebagai representasi sejarah dan kekayaan budaya Bumi Sebimbing Sekundang.

Selain menampilkan sisi sejarah dan budaya, stan tersebut juga menghadirkan berbagai produk serta potensi lokal. Di antaranya kain songket, kerajinan resam, batu cincin, batu fosil, madu, kerajinan tangan, hingga kuliner khas OKU.

Teddy mengatakan, berbagai potensi tersebut merupakan bagian dari kekuatan daerah yang perlu terus dipromosikan hingga tingkat nasional.

“APKASI ini menjadi wadah bagi seluruh kabupaten di Indonesia untuk menampilkan dan mempromosikan potensi yang ada di daerah masing-masing,” ujar Teddy.

Ia menyebut OKU memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar, terutama di sektor perkebunan dan pertambangan. Selain kedua sektor tersebut, masih terdapat berbagai bidang lain yang dinilai terbuka untuk dikembangkan.

Karena itu, Pemkab OKU berupaya memanfaatkan APKASI Otonomi Expo 2026 untuk mempertemukan potensi daerah dengan peluang investasi.

“Di sini kita mempromosikan potensi daerah kita. Daerah-daerah di Indonesia dipertemukan dengan investor, sehingga nantinya bisa terjalin kolaborasi antara pemerintah daerah dan investor,” jelasnya.

Investasi Diharapkan Berdampak pada Masyarakat

Teddy menegaskan, investasi yang masuk ke daerah tidak hanya berkaitan dengan penanaman modal. Jika dikelola secara baik, investasi juga dapat memberikan dampak berantai terhadap perekonomian masyarakat.

Dampak tersebut antara lain berupa terbukanya lapangan pekerjaan, berkembangnya usaha masyarakat, serta meningkatnya aktivitas ekonomi di daerah.

Karena itu, Pemkab OKU berharap keikutsertaan dalam APKASI Otonomi Expo 2026 dapat menjadi pintu masuk bagi investor untuk mengenal lebih dekat peluang investasi yang tersedia di Kabupaten OKU.

“Kita datang ke sini dalam rangka mempromosikan potensi yang ada di OKU. Kita berharap kegiatan APKASI ini dapat membuka jalan untuk menarik investor yang ada di Indonesia untuk berinvestasi di OKU,” kata Teddy.

Ia berharap peluang kerja sama yang muncul dari expo tersebut dapat ditindaklanjuti secara serius dan tidak berhenti pada tahap promosi di ruang pameran.

Menurutnya, potensi daerah harus mampu diolah menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Sehingga dapat mendorong kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bumi Sebimbing Sekundang,” pungkasnya.

Keikutsertaan OKU dalam APKASI Otonomi Expo 2026 menjadi salah satu upaya Pemkab OKU memperluas promosi potensi daerah sekaligus membuka akses kerja sama dengan dunia usaha.

Melalui forum tersebut, Pemkab OKU berharap potensi sumber daya alam, produk lokal, budaya, dan sektor ekonomi lainnya dapat semakin dikenal sehingga mampu menarik minat investor untuk turut mendorong pembangunan dan perekonomian Bumi Sebimbing Sekundang.

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *