PALEMBANG, KARSASRIWIJAYA — Indonesia dikenal sebagai produsen dan eksportir minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Untuk mendukung keberlanjutan sektor strategis tersebut, PT Menthobi Hijau Lestari (PT MHL) Cabang Sumatera Selatan bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Sumatera Selatan (APKASINDO Sumsel) menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) penggunaan pupuk organik Greengrow sebagai solusi peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit.
Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat APKASINDO Sumsel, Kamis (18/12/2025), ini diikuti sekitar 50 peserta yang mewakili perusahaan perkebunan kelapa sawit serta kelompok tani dari berbagai daerah di Sumatera Selatan.
Ketua APKASINDO Sumsel Slamet Somosentono mengatakan, penggunaan pupuk organik memiliki peran penting dalam menjaga kesuburan tanah dan meningkatkan produksi tandan buah segar kelapa sawit. Menurutnya, kelapa sawit merupakan salah satu komoditas andalan Sumatera Selatan yang berkontribusi besar terhadap perekonomian daerah, selain karet dan kopi.
“Pemanfaatan pupuk organik berbasis sumber daya alam di sekitar kita dapat meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mendukung peningkatan hasil produksi,” ujar Slamet, Jumat (19/12/2025).
Ia menambahkan, pengolahan limbah tumbuhan menjadi kompos tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan. Pupuk organik dinilai menjadi alternatif penting yang dapat melengkapi penggunaan pupuk kimia.
Sementara itu, Kepala Cabang PT Kanaka Jaya Persada selaku distributor tunggal PT MHL pupuk organik Greengrow, Andre Fernanda, menjelaskan bahwa Greengrow diformulasikan dari limbah padat dan cair pabrik kelapa sawit yang diperkaya pupuk kandang. Produk ini bermanfaat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan daya serap air, serta mengaktifkan unsur hara yang mendukung pertumbuhan tanaman.
Menurut Andre, bimtek ini menghadirkan narasumber berkompeten dan membuka ruang diskusi langsung dengan peserta. Melihat tingginya minat pelaku usaha, ia mengusulkan kegiatan serupa dilaksanakan secara rutin sebagai sarana evaluasi dan peningkatan pemahaman penggunaan pupuk organik di sektor perkebunan sawit.
Dilansir dari : sumaterapos.id