JAKARTA, KARSASRIWIJAYA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi melantik Guswanto, S.Si., M.Si. sebagai Sekretaris Utama BMKG. Pelantikan dilakukan langsung oleh Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, di Auditorium BMKG, Jakarta, Senin (19/1/2026).
Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 1/TPA Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan BMKG. Dalam keputusan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menetapkan pemberhentian dengan hormat Guswanto dari jabatan sebelumnya sebagai Deputi Bidang Meteorologi BMKG, sekaligus mengangkatnya sebagai Sekretaris Utama terhitung sejak 7 Januari 2026.
Dalam prosesi pelantikan, Teuku Faisal Fathani menyatakan keyakinannya bahwa Guswanto mampu mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa jabatan Sekretaris Utama merupakan posisi strategis yang berperan penting dalam menentukan kualitas tata kelola, ritme kerja, serta efektivitas organisasi BMKG secara keseluruhan.
“Sekretaris Utama menjadi penggerak utama manajemen, mulai dari perencanaan, penganggaran, pengelolaan sumber daya manusia, keuangan, hingga reformasi birokrasi agar berjalan efektif dan berdampak nyata,” ujar Faisal.
Ia juga menyoroti tantangan BMKG ke depan yang semakin kompleks, seperti dampak perubahan iklim, meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologi, serta ekspektasi publik yang semakin tinggi terhadap kecepatan dan akurasi layanan informasi.
“Tidak ada ruang untuk kerja biasa-biasa saja ketika yang kita layani adalah keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Faisal menekankan pentingnya penguatan manajemen kinerja yang objektif dan berkelanjutan, serta pengelolaan SDM yang profesional, berintegritas, disiplin, dan adaptif terhadap perubahan. Dalam konteks tersebut, Sekretaris Utama memegang peran kunci dalam memastikan sistem manajemen SDM BMKG berjalan modern dan terarah.
Pada kesempatan itu, Guswanto membacakan Pakta Integritas sebagai komitmen menjunjung tinggi nilai integritas, transparansi, dan akuntabilitas, serta menolak praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Pelantikan ini diharapkan semakin memperkuat kepemimpinan dan tata kelola BMKG dalam meningkatkan kualitas layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika bagi masyarakat.
Dilansir dari : bmkg.go.id