banner 728x250

Gubernur Sumsel Tegaskan Komitmen Lestarikan Adat di Tengah Arus Globalisasi

PALEMBANG, KARSASRIWUJAYA — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menegaskan komitmennya menjaga kelestarian adat dan budaya daerah di tengah derasnya arus globalisasi. Hal itu disampaikan saat menerima Undang Luak Johol, Dato’ Hj. Muhammed bin Hj. Abdullah, dalam agenda Silaturahmi dan Perbandingan Adat Luak Johol–Melayu Palembang di Griya Agung, Senin (8/12/2025).

Dalam sambutannya, Herman Deru menyebut Sumsel memiliki keragaman budaya yang kuat, terdiri dari sembilan suku dan 17 bahasa daerah. Ia mencontohkan sejumlah kesamaan bahasa antara wilayah Pagaralam, Muara Enim, dan Ogan dengan Malaysia, sementara Komering dan Palembang memiliki ciri khas tersendiri.

Selain kekayaan sumber daya alam seperti 1,4 juta hektare lahan sawit dan perkebunan karet, Deru menilai kekayaan budaya adalah aset strategis yang harus terus dirawat. Ia mengaku konsisten mengenakan busana Melayu pada acara resmi serta mendorong penggunaan ornamen songket dan tanjak pada bangunan pemerintahan sebagai simbol identitas daerah.

Gubernur juga menyambut baik pengakuan Dato’ mengenai kedekatan historis dan kultural antara Sumsel dan Malaysia. Menurutnya, kemiripan tradisi, bahasa, hingga kuliner menjadi bukti kuat hubungan genealogis kedua wilayah.

Ia berharap silaturahmi tersebut dapat mempererat hubungan budaya dan membuka peluang penyelenggaraan pentas seni bersama antara Luak Johol dan kabupaten/kota di Sumsel. Herman Deru juga menekankan bahwa pelestarian adat tidak boleh berhenti pada seremoni seperti pernikahan, melainkan harus dijaga melalui peran aktif para budayawan.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Sumsel, Pandji Tjahjanto, turut memaparkan kekayaan budaya daerah yang meliputi 67 Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dan 54 cagar budaya. Sejumlah karya budaya seperti Aesan Pak Sangkong, Gending Sriwijaya, serta tradisi kuliner dan naskah kuno menjadi bagian dari warisan yang terus dijaga.

Rombongan Luak Johol yang berjumlah 36 orang tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Suasana hangat dan akrab mewarnai pertemuan yang diharapkan menjadi langkah awal penguatan hubungan budaya antara Sumsel dan Negeri Sembilan.

Dilansir dari : sumaterapos.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *