banner 728x250

Dialog dengan PMII, Herman Deru Buka Ruang Kritik untuk Pembangunan Sumsel

Gubernur Sumsel Herman Deru berdialog langsung dengan massa aksi PMII Sumsel di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Senin (18/5/2026).

PALEMBANG, KARSASRIWIJAYA — Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menemui langsung massa aksi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PMII Sumsel yang menggelar demonstrasi di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Senin (18/5/2026).

Dalam dialog terbuka tersebut, Herman Deru menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumsel untuk menjaga transparansi anggaran, memperbaiki infrastruktur, serta membuka ruang kritik dan pengawasan dari masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa.

Aksi mahasiswa yang berlangsung bertepatan dengan momentum Hari Ulang Tahun ke-80 Provinsi Sumsel itu menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, mulai dari persoalan kemiskinan, pendidikan, infrastruktur jalan, hingga transparansi penggunaan anggaran daerah.

Menanggapi aspirasi tersebut, Herman Deru mengapresiasi penyampaian pendapat yang dilakukan secara tertib dan damai. Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam mengawal pembangunan daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih atas masukan dan kritik dari adik-adik mahasiswa. Pemerintah terbuka terhadap pengawasan dan kritik demi perbaikan Sumsel ke depan,” ujarnya.

Terkait tuntutan transparansi anggaran, Herman Deru menjelaskan seluruh proses belanja pemerintah daerah saat ini telah dipublikasikan melalui Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) guna mencegah praktik kolusi dan penyimpangan anggaran.

Ia juga menanggapi persoalan pembangunan Kantor Gubernur Sumsel di kawasan Keramasan yang sempat menjadi sorotan mahasiswa. Menurutnya, proyek tersebut masih terkendala kondisi keuangan daerah sehingga penyelesaiannya dilakukan secara bertahap.

Di sektor pendidikan, Herman Deru menegaskan sekolah tidak diperbolehkan melakukan pungutan yang memberatkan masyarakat. Pemerintah provinsi, kata dia, telah memberikan subsidi pendidikan kepada puluhan ribu siswa di Sumsel.

Sementara di bidang infrastruktur, Herman Deru mengakui masih terdapat sejumlah ruas jalan rusak, termasuk Jalan Lintas Timur Palembang–Betung yang dipengaruhi kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL).

“Kita terus mendorong perbaikan jalan. Persoalan ODOL juga menjadi perhatian serius karena berdampak besar terhadap kerusakan infrastruktur,” katanya.

Aksi demonstrasi berlangsung aman dan tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Dialog antara mahasiswa dan pemerintah daerah diharapkan menjadi ruang komunikasi konstruktif dalam menyerap aspirasi masyarakat Sumatera Selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *