banner 728x250

Prabowo Tegaskan Komitmen Bangun Ekonomi Rakyat lewat Koperasi hingga Pendidikan

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada acara Peresmian Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tahun 2025 di Golden Ballroom, The Sultan Hotel, Jakarta. Senin, (29/9/2025). Dok: BPMI Setpres

JAKARTA, KARSASRIWIJAYA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah memperkuat ekonomi rakyat melalui program strategis di bidang koperasi, perumahan, perikanan, pertanian, hingga pendidikan. Hal itu disampaikan Kepala Negara saat menutup Munas VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Golden Ballroom, The Sultan Hotel, Jakarta, Senin (29/9/2025).

Presiden menjelaskan, pemerintah membentuk Koperasi Desa Merah Putih di 80 ribu desa dan kelurahan dengan keanggotaan otomatis bagi seluruh warga. Koperasi ini diharapkan mempercepat distribusi barang, menyerap hasil produksi rakyat, serta menghadirkan harga kebutuhan pokok yang terjangkau.

Di sektor perumahan, pemerintah meningkatkan kuota dan fasilitas pembiayaan hingga 350 ribu penerima. Presiden menegaskan tanah negara yang belum dimanfaatkan akan dialokasikan untuk pembangunan rumah rakyat.

Pemerintah juga fokus mengembangkan kawasan pesisir. Saat ini telah dibangun 100 desa nelayan dan ditargetkan bertambah menjadi 2.000 desa pada 2026. Program ini dilengkapi pabrik es, dermaga, dan cold storage, dengan uji coba di Papua yang meningkatkan penghasilan nelayan hingga 100 persen. Selain itu, pembangunan 20 ribu hektare tambak di Pantura Jawa Barat ditargetkan membuka 130 ribu lapangan kerja.

Di bidang pertanian, Presiden memaparkan keberhasilan pencetakan 480 ribu hektare sawah baru, dengan 280 ribu hektare di antaranya rampung. Produksi beras nasional pun menembus rekor tertinggi. Untuk mendukung ketersediaan pangan, pemerintah menyiapkan 100 gudang modern Bulog di lahan seluas 5 hektare per lokasi.

Pada sektor pendidikan, pemerintah meningkatkan kesejahteraan guru non-ASN dengan sistem transfer langsung tanpa potongan. Selain itu, dibangun 20 Sekolah Unggul Garuda, 80 Sekolah Unggul Garuda Transformasi, 6 SMA Taruna Nusantara, serta rencana pendirian 20 politeknik di daerah tertinggal. Hingga kini, sekolah rakyat sudah berdiri di 165 titik dan ditargetkan mencapai 500 titik.

Dilansir dari : setkab.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *