BANYUASIN, Karsa Sriwijaya — Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Banyuasin resmi dimulai. Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Selatan Andie Dinialdie membuka langsung agenda tersebut di Wyndham Hotel Banyuasin, Minggu (13/9/2026).
Musda menjadi momentum penting bagi Partai Golkar Banyuasin untuk melakukan evaluasi organisasi sekaligus menyusun arah dan program kerja partai untuk lima tahun ke depan.
Andie mengatakan, Musda merupakan amanat organisasi yang wajib dilaksanakan setiap lima tahun. Karena itu, forum tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Banyuasin, tetapi juga menjadi ruang untuk mengevaluasi perjalanan organisasi dan memperkuat konsolidasi kader.
“Musda ini adalah amanat dari Partai Golkar, yang harus dilaksanakan dalam waktu lima tahun sekali. Momen Musda ini untuk mengevaluasi, mengoreksi serta menyusun program kerja Golkar Kabupaten Banyuasin ke depan,” ujar Andie.
Menurutnya, proses Musda harus mampu menyatukan kembali seluruh kader dalam satu langkah. Penguatan kepengurusan dan konsolidasi internal dinilai menjadi bagian penting agar Partai Golkar Banyuasin semakin solid menghadapi agenda politik dan organisasi ke depan.
“Di sini kita menyatu langkah, merapatkan barisan, memperkuat kepengurusan serta seluruh kader-kader Partai Golkar,” tegasnya.
Andie juga meminta seluruh kader menjaga soliditas selama proses Musda berlangsung. Para calon ketua maupun kader di tingkat kecamatan diminta tetap membangun komunikasi dan saling merangkul demi kepentingan Partai Golkar.
Ia menilai dinamika dalam proses politik merupakan sesuatu yang wajar. Namun, perbedaan pilihan dalam Musda jangan sampai membuat kader terpecah setelah seluruh rangkaian forum selesai.
Selain persoalan internal organisasi, Andie turut melihat besarnya potensi pembangunan Kabupaten Banyuasin dalam satu dekade mendatang. Menurutnya, pembangunan infrastruktur strategis dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah keberadaan pelabuhan di Banyuasin. Infrastruktur tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan aktivitas perdagangan dan perputaran ekonomi di wilayah tersebut.
“Ketika sudah ada pelabuhan di Banyuasin, otomatis peredaran dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Banyuasin ini bisa berkembang,” katanya.
Sementara itu, Bupati Banyuasin Askolani menyampaikan apresiasi terhadap Partai Golkar yang dinilainya selama ini konsisten mendukung jalannya pemerintahan Kabupaten Banyuasin.
Askolani mengakui, pada Pilkada periode pertamanya Partai Golkar tidak memberikan dukungan kepadanya. Namun, setelah pemerintahan berjalan, Golkar tetap menjadi bagian yang mendukung program Pemerintah Kabupaten Banyuasin.
“Di periode pertama Golkar tidak mendukung saya di Pilkada. Tapi di pemerintahannya, dari hari pertama sampai akhir Golkar mendukung pemerintahan Kabupaten Banyuasin,” kata Askolani.
Ia berharap Partai Golkar terus memberikan dukungan terhadap program pembangunan daerah sekaligus menjaga hubungan baik dengan seluruh kekuatan politik di Kabupaten Banyuasin.
Musda XI DPD Partai Golkar Banyuasin diharapkan tidak hanya menghasilkan kepemimpinan baru, tetapi juga memperkuat konsolidasi dan menjaga soliditas kader. Pemimpin yang terpilih nantinya diharapkan mampu membawa Partai Golkar semakin berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Banyuasin.