JAKARTA, KARSASRIWIJAYA – Bupati Banyuasin, Askolani, bersama Wakil Bupati Netta Indian menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Direktorat Jenderal PSDKP di Gedung Mina Bahari IV, Senin (27/4/2026).
Kesepakatan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam memperkuat pengelolaan dan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan. Kerja sama tersebut mencakup pengawasan usaha perikanan, penegakan hukum, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Dalam keterangannya, Askolani menyebut Banyuasin memiliki potensi besar di sektor perikanan, baik tangkap maupun budidaya. Produksi perikanan tangkap laut tercatat sekitar 49 ribu ton per tahun, sementara perikanan perairan darat mencapai hampir 14 ribu ton.
“Potensi ini harus dijaga melalui pengawasan yang terintegrasi. Kerja sama ini memungkinkan patroli bersama, pertukaran data, hingga dukungan pendidikan dan pelatihan dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, Pemkab Banyuasin dan PSDKP juga akan melakukan patroli bersama di wilayah perairan, memanfaatkan sarana seperti kapal patroli, serta memperkuat koordinasi dalam penanganan pelanggaran di sektor perikanan.
Sekretaris Direktorat Jenderal PSDKP, Saiful Umam, mengapresiasi langkah cepat Banyuasin dalam menjalin kerja sama tersebut. Ia menilai komitmen pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan nasional.
Kegiatan ini juga dihadiri Direktur Jenderal PSDKP, Pung Nugroho Saksono, yang turut memperkenalkan sistem pemantauan kapal perikanan sebagai bagian dari penguatan pengawasan berbasis teknologi.
Pemerintah Kabupaten Banyuasin berharap kerja sama ini dapat memperkuat pengelolaan sektor perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui praktik yang berkelanjutan.
Dilansir dari : banyuasinkab.go.id