banner 728x250

Sumsel Dipilih Jadi Lokasi Sosialisasi Pertahanan, Wagub Cik Ujang Sambut DPN

Palembang, Karsa Sriwijaya – Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, menyambut kunjungan rombongan Dewan Pertahanan Nasional (DPN) ke Palembang pada Selasa (23/9/2025). Pertemuan ini digelar di ruang tamu Wagub, membahas rencana sosialisasi kebijakan pertahanan negara yang akan berlangsung di Bumi Sriwijaya.

Rombongan DPN dipimpin Brigjen Marinir Aris, Tenaga Ahli Madya Bidang Geostrategi. Mereka datang sekaligus melaporkan agenda kegiatan kepada Pemprov Sumsel serta menjajaki kerja sama dalam memperkuat pemahaman pertahanan di tingkat daerah.

Sumsel Dipilih Karena Posisi Strategis

Menurut Brigjen Aris, Sumsel menjadi pilihan tepat karena memiliki posisi penting dalam kerangka geostrategi nasional. Daerah ini dikenal sebagai lumbung energi, jalur logistik vital, sekaligus pusat ekonomi di kawasan Sumatera bagian selatan.

“Sumsel sangat strategis, baik dari sisi geografis maupun sumber daya. Itu sebabnya kami menggelar sosialisasi di sini, agar kebijakan pertahanan benar-benar dipahami dan diimplementasikan sampai ke tingkat daerah,” jelas Aris.

Ia menambahkan, pertahanan negara di era sekarang bukan hanya soal militer, tetapi juga melibatkan isu non-militer seperti energi, pangan, hingga ancaman siber.

Dukungan Penuh dari Pemprov

Wagub Cik Ujang menyambut baik kehadiran DPN dan menyatakan dukungan penuh Pemprov terhadap agenda tersebut.

“Kami siap membantu dan berkolaborasi. Pertahanan negara adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya TNI dan Polri. Pemprov akan ikut mendorong agar masyarakat memahami arti penting bela negara,” kata Cik Ujang.

Menurutnya, salah satu bentuk dukungan nyata adalah menjaga stabilitas daerah lewat program ketahanan pangan, energi, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan begitu, potensi kerawanan sosial bisa ditekan.

Agenda Sosialisasi

DPN berencana menggelar sosialisasi kebijakan pertahanan negara pada Kamis (25/9/2025). Kegiatan akan melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI/Polri, akademisi, serta organisasi masyarakat.

Materi yang dibawakan meliputi pemahaman dasar pertahanan negara, identifikasi ancaman aktual, hingga strategi bela negara berbasis masyarakat.

Brigjen Aris berharap sosialisasi ini tidak hanya jadi acara formal, tapi juga menumbuhkan kesadaran bersama.

“Kami ingin ada efek berkelanjutan. Pertahanan negara harus dipahami sebagai upaya kolektif untuk melindungi kedaulatan Indonesia,” tegasnya.

Sumsel dan Tantangan Ke Depan

Sebagai provinsi dengan kekayaan energi besar, Sumsel dihadapkan pada tantangan sekaligus tanggung jawab. Keamanan pasokan energi, ketahanan pangan, hingga stabilitas sosial menjadi bagian penting dari pertahanan nasional.

Cik Ujang menilai kehadiran DPN di Sumsel merupakan momentum untuk memperkuat kerja sama pusat dan daerah.

“Kalau kebutuhan dasar rakyat terpenuhi, pertahanan kita otomatis lebih kuat. Stabilitas daerah berarti juga memperkuat pertahanan nasional,” ujarnya.

Ringan Tapi Penting

Kunjungan DPN ke Palembang ini bukan sekadar silaturahmi. Lebih dari itu, agenda ini menjadi langkah nyata memperkuat kesadaran bela negara di Sumsel. Dengan dukungan penuh dari Pemprov, diharapkan Sumsel bisa menjadi contoh sinergi daerah dalam mendukung kebijakan pertahanan nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *