banner 728x250
Berita  

Benteng Kuto Besak Terancam, Ratusan Massa Desak Gubernur Sumsel Hentikan Pembangunan RS AK Gani

Palembang, Sumatera Pos – Gelombang penolakan terhadap pembangunan gedung tujuh lantai Rumah Sakit dr. AK Gani di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) kian menguat. Pada Jumat (12/12/2025), ratusan massa yang terdiri dari masyarakat sipil, budayawan, sejarawan, hingga zuriat Kesultanan Palembang Darussalam menggeruduk Kantor Gubernur Sumatera Selatan.

Aksi damai tersebut digelar sebagai bentuk keprihatinan sekaligus perlawanan terhadap proyek yang dinilai mengancam kelestarian Benteng Kuto Besak sebagai kawasan cagar budaya dan simbol sejarah Palembang. Massa menilai pembangunan gedung bertingkat di jantung kawasan heritage berpotensi merusak nilai historis, visual, serta identitas budaya daerah.

Dalam orasinya, para peserta aksi menegaskan bahwa Benteng Kuto Besak bukan sekadar bangunan tua, melainkan warisan sejarah Kesultanan Palembang Darussalam yang memiliki nilai strategis bagi identitas dan memori kolektif masyarakat Sumatera Selatan. Mereka mendesak Pemerintah Provinsi Sumsel untuk segera menghentikan pembangunan RS dr. AK Gani di kawasan tersebut dan meninjau ulang seluruh perizinan yang telah dikeluarkan.

“Pembangunan ini mencederai semangat pelestarian cagar budaya. Negara seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga warisan sejarah, bukan justru membiarkannya terancam oleh kepentingan proyek,” tegas salah satu budayawan dalam aksi tersebut.

Selain berorasi, massa juga membawa spanduk dan poster bertuliskan seruan penyelamatan BKB. Mereka menuntut transparansi pemerintah serta pelibatan publik dan ahli cagar budaya dalam setiap kebijakan yang menyangkut kawasan bersejarah.

Hingga aksi berakhir, massa berharap Gubernur Sumatera Selatan segera mengambil sikap tegas dengan menghentikan pembangunan dan memastikan Benteng Kuto Besak tetap terjaga sebagai ikon sejarah dan kebudayaan Palembang untuk generasi mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *