banner 728x250

Cuaca Ekstrem Picu Bencana di Sulsel dan Sumsel, Ratusan Rumah Terdampak

Foto : Wilayah terdampak banjir di Desa Tempirai Utara, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Provinsi Sumatera Utara (13/12) (BPBD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir)

JAKARTA, KARSASRIWIJAYA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) mencatat sejumlah kejadian bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia sejak Minggu (14/12) hingga Senin (15/12) pukul 07.00 WIB.

Kejadian pertama berupa angin puting beliung yang melanda Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Minggu (14/12). Bencana tersebut berdampak pada dua desa, yakni Desa Padaelo di Kecamatan Mattiro Bulu dan Desa Lanrisang di Kecamatan Lanrisang. Akibat peristiwa itu, sebanyak 22 unit rumah mengalami rusak ringan, 17 rumah rusak sedang, dan 17 rumah rusak berat. Selain permukiman warga, dua fasilitas pendidikan, satu pabrik penggilingan padi, serta lima bangunan pembakaran batu bara dilaporkan roboh.

Pasca kejadian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pinrang segera melakukan asesmen di lokasi terdampak serta berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat guna memastikan kebutuhan dasar warga dan langkah penanganan lanjutan.

Sementara itu, banjir juga terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Provinsi Sumatera Selatan, pada Minggu (14/12). Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Sungai Menang menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap sekitar pukul 16.00 WIB. Banjir merendam tiga desa, yakni Desa Gajah Mukti, Gajah Mulya, dan Sidomulyo, dengan ketinggian muka air berkisar 10 hingga 30 sentimeter.

BNPB mencatat sebanyak 171 kepala keluarga, 164 unit rumah, serta lima fasilitas ibadah terdampak. BPBD Kabupaten OKI telah melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta desa setempat.

Masih di Provinsi Sumatera Selatan, banjir yang disertai tanah bergerak terjadi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Sabtu (13/12). Peningkatan debit air sungai memicu erosi bantaran hingga menyebabkan pergeseran tanah. Kejadian ini berdampak pada empat desa dan mengakibatkan 375 kepala keluarga, 510 rumah, satu fasilitas ibadah, serta empat akses jalan terdampak.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem selama musim hujan.

Dilansir dari : bnpb.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *