PALEMBANG, KARSASRIWIJAYA — Delegasi Undang Luak Johol, Negeri Sembilan, Malaysia, melakukan kunjungan kehormatan ke Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam di Jalan Sultan M. Mansur, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang, Selasa (9/12/2025). Rombongan dipimpin Dato’ Johan Pahlawan Lela Perkasa Sitiawan Dato’ Haji Muhammed Bin Haji Abdullah dan didampingi sejumlah tokoh adat Negeri Sembilan.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program perbandingan adat antara Luak Johol dan masyarakat adat Melayu Palembang. Rombongan disambut Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikramo RM Fauwaz Diradja SH M.Kn, bersama para pembakti Kesultanan.
Dalam pertemuan tersebut, juru bicara delegasi, Dato’ Raja Balang Hamzah Bin Limin, menyampaikan apresiasi atas penyambutan Kesultanan Palembang. Ia menegaskan kedekatan historis dan budaya antara Negeri Sembilan dan Palembang sebagai rumpun Melayu yang berbagi akar adat dan tradisi.
Ia turut memaparkan struktur adat di Luak Johol, termasuk peranan Datuk Undang sebagai pemimpin adat, kedudukan Tok Batin, serta prinsip adat pepatih yang menekankan musyawarah, mufakat, dan sopan santun. Pantun serta perbilangan adat turut disampaikan sebagai simbol keharmonisan hubungan antara pemimpin adat dan masyarakat.
Sultan SMB IV menyambut baik kunjungan tersebut dan menegaskan Palembang sebagai salah satu pusat peradaban Melayu tertua di Nusantara. Ia menyinggung warisan panjang sejarah Palembang sejak masa Sriwijaya hingga Kesultanan Palembang Darussalam, termasuk kekayaan manuskrip dan artefak budaya.
Menurut SMB IV, kesamaan budaya antara Melayu Palembang dan Melayu Malaysia mencapai sekitar 80 persen, termasuk penggunaan huruf Jawi pada masa lampau. Kesultanan Palembang, ujarnya, kini kembali mengembangkan tulisan Arab Melayu untuk memperkuat identitas budaya Melayu Islam.
Dalam sesi pemaparan, Dato’ Pangeran Febri Irwansyah (Vebri Al Lintani) menguraikan sejarah genealogis dari Sang Sapurba hingga Prameswara yang menghubungkan Palembang dengan rumpun Melayu Negeri Sembilan, serta menjelaskan perkembangan Kesultanan Palembang dan gelar-gelar adat seperti Raden, Masagus, Kemas, dan Kiagus.
Acara ditutup dengan pertukaran cenderamata, pemasangan pin kehormatan, dan sesi foto bersama.
Dilansir dari : sumaterapos.id