PALEMBANG, Karsa Sriwijaya – Musibah tragis kembali menyelimuti Kota Palembang setelah dua bocah dilaporkan tenggelam di bawah Jembatan Ogan pada Senin, 1 September 2025. Menyikapi duka mendalam yang dirasakan keluarga korban, Walikota Palembang, Ratu Dewa, dengan sigap menyambangi lokasi kejadian dan keluarga pada Selasa, 2 September 2025. Kehadiran Walikota Ratu Dewa, yang akrab disapa Pak Dewa, bertujuan untuk memberikan dukungan moril serta menyerahkan bantuan uang tunai, sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab pemerintah kota di tengah cobaan berat ini.
Didampingi sejumlah pejabat penting seperti Kepala Dinas Pendidikan Adrianus Amri, Kepala Dinas Kominfo Adi Zahri, dan Camat Kertapati Rifandi Putra, Ratu Dewa menyampaikan rasa prihatin yang mendalam. “Kita harus sabar dan ikhlas. Kami doakan semoga kedua anak kita segera ditemukan,” ucapnya kepada keluarga yang berduka saat itu.
Sebelumnya, Ratu Dewa juga telah memberikan instruksi tegas kepada Basarnas dan BPBD Kota Palembang untuk terus melakukan penyisiran lokasi tenggelam, bahkan meminta area pencarian diperluas mengingat derasnya arus Sungai Musi. Ia berjanji akan terus memantau perkembangan pencarian hingga kedua korban berhasil ditemukan.
Kronologi Tragis dan Identitas Korban
Dua bocah malang yang menjadi korban tenggelam adalah Muhammad Alpi (8 tahun), siswa SDN 195, putra dari Iwan dan Mila; serta Ari Maswan (6 tahun), siswa TK Pelangi Agung, putra dari Joni dan Meri. Keduanya merupakan tetangga yang tinggal di Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, dan sering bermain bersama di belakang rumah. Orang tua mereka tidak menyadari bahwa kedua anak tersebut pergi mandi di sungai.
Tragedi ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIB pada Senin, 1 September 2025. Muhammad Alpi dan Ari Maswan bersama sekitar lima temannya sedang asyik mandi dan berenang di pinggir Sungai Ogan. Warga sekitar sempat menegur mereka dan meminta untuk segera naik ke darat. Namun, tak lama setelah warga pergi, kedua korban dan teman-temannya kembali turun ke sungai. Saat asyik mandi, tubuh Muhammad Alpi dan Ari Maswan tiba-tiba terseret arus sungai yang deras hingga akhirnya keduanya tenggelam. Teman-teman korban yang menyaksikan kejadian nahas tersebut segera melapor kepada warga dan pihak keluarga.
Pencarian Intensif dan Ditemukannya Jasad Korban
Kantor SAR Palembang menerima informasi kejadian sekitar pukul 14.20 WIB di hari yang sama, dan Tim Rescue yang dipimpin oleh Kasi Operasi Manca Rahwanto langsung diterjunkan ke lokasi. Tim SAR Gabungan, yang terdiri dari Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI, Polair Polda Sumsel, Damkar, BPBD, Polsek, PMI, dan masyarakat, bekerja keras melakukan pencarian.
Setelah upaya pencarian yang intensif, Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan kedua korban. Namun, duka semakin mendalam karena kedua korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia. Keluarga korban menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Palembang. Mereka juga menggelar yasinan sebagai upaya pencarian melalui jalur spiritual, berharap ketenangan bagi kedua buah hati mereka.