PALEMBANG, Karsa Sriwijaya – Sebuah momen penuh haru dan inspirasi menyelimuti Universitas Sriwijaya (Unsri) pada Senin, 19 Agustus 2025. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, resmi menjalani prosesi yudisium Program Doktor di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsri. Kehadiran orang-orang terdekatnya, termasuk sang istri Feby Deru, anak, serta menantu, menjadikan pencapaian akademik ini semakin istimewa dan mendalam.
Bagi Herman Deru, keberhasilan meraih gelar doktor ini bukan sekadar penambahan daftar panjang prestasinya sebagai seorang pemimpin daerah, melainkan sebuah bentuk penghormatan dan persembahan tulus untuk keluarganya. Sang istri, Feby Deru, mengungkapkan melalui akun media sosial resminya bahwa yudisium ini memiliki arti yang sangat mendalam: “Kado terindah untuk yunda di surga.” Ungkapan ini merujuk pada almarhumah putri tercinta mereka, Percha Leanpuri, yang telah lebih dahulu meninggalkan dunia.
Nuansa haru semakin terasa karena di hari yang sama dengan yudisiumnya, Gubernur Herman Deru juga menggelar tahlilan dan doa bersama untuk mengenang almarhumah putrinya tercinta. Prosesi doa tersebut berlangsung khidmat, menjadi pengingat kuat akan kasih sayang keluarga yang tak pernah putus, bahkan terpisah oleh kepergian.
Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa setiap tanggal 19 Agustus memiliki arti khusus bagi keluarganya. “Setiap tahun, di tanggal 19 Agustus, kami jadikan sebagai momentum perenungan sekaligus ajang mempererat doa bersama,” ungkap HD.
Pencapaian akademik ini sekaligus menambah daftar panjang prestasi Herman Deru, yang selama ini tidak hanya dikenal sebagai seorang pemimpin daerah yang visioner, tetapi juga sebagai tokoh yang menaruh perhatian besar pada dunia pendidikan. Gelar doktor ini menjadi bukti nyata komitmennya terhadap ilmu pengetahuan dan pengembangannya diri, bahkan di tengah kesibukan memimpin provinsi.
Yudisium ini bukan hanya penanda akhir dari sebuah perjalanan pendidikan, melainkan sebuah kisah inspiratif tentang dedikasi, keteguhan hati, dan kasih sayang yang tak terbatas seorang pemimpin terhadap keluarga dan ilmu pengetahuan.