Gubernur Sumsel Dorong Percepatan Pembangunan Flyover Jalur KA Batubara

Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru saat audiensi bersama jajaran PT KAI dan PT Semen Baturaja membahas percepatan pembangunan flyover jalur kereta api yang berlangsung di Ruang Tamu Gubernur Sumsel. Jumat (30/1/2026).

PALEMBANG, KARSASRIWIJAYA — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) terus bergerak cepat menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi sektor energi dengan kelancaran mobilitas publik. Gubernur Sumsel H. Herman Deru menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur strategis guna mengurai kemacetan dan meningkatkan keselamatan di titik-titik perlintasan kereta api yang padat aktivitas.

Komitmen tersebut diperkuat melalui audiensi strategis bersama jajaran pimpinan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Direktur Utama PT Semen Baturaja Suherman Yahya yang berlangsung di Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Jumat (30/1/2026).

Fokus utama pertemuan ini adalah progres pembangunan empat flyover utama yang berada di jalur lintasan kereta api aktif, yakni :

  • Flyover Simpang Belimbing (JPL 99),
  • Flyover Gunung Megang 1 (JPL 104),
  • Flyover Gunung Megang 2 (JPL 106), dan
  • Flyover Ujan Mas (JPL 111).

Gubernur Herman Deru menegaskan, pembangunan flyover tersebut menjadi solusi ganda yang strategis. Di satu sisi menjamin kelancaran operasional Kereta Api Batubara Rangkaian Panjang (Babaranjang) sebagai tulang punggung logistik energi nasional, dan di sisi lain membebaskan masyarakat dari kemacetan serta risiko kecelakaan di perlintasan sebidang.

“Dengan adanya pembaruan penataan angkutan batubara, kebutuhan transportasi pasti meningkat. Namun, ekosistem ini bersinggungan langsung dengan jalan raya. Jika tidak ditata dengan baik, ketidaknyamanan masyarakat akan semakin tinggi,” tegas Herman Deru.

Untuk mempercepat realisasi proyek, Gubernur mendorong terbentuknya konsorsium lintas sektor yang solid. Kolaborasi tersebut melibatkan PT Bukit Asam (PTBA) dan PT KAI sebagai pilar transportasi energi, PT Semen Baturaja, Pemerintah Provinsi Sumsel, serta Kementerian Pekerjaan Umum.

Herman Deru menargetkan seluruh flyover tersebut dapat mulai beroperasi penuh pada tahun 2027. Menurutnya, pemisahan total antara arus kendaraan umum dan kereta api logistik akan menciptakan standar keselamatan yang lebih tinggi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sumatera Selatan.

Dilansir dari : sumselprov.go.id

Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp
Exit mobile version