PALEMBANG, Karsa Sriwijaya – Wajah Kota Palembang akan segera mengalami transformasi dramatis dengan kehadiran sebuah ikon baru yang megah dan modern. Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tengah mempersiapkan pembangunan tugu air mancur spektakuler di Bundaran Masjid Agung, lokasi yang telah ditetapkan sebagai titik nol kota. Proyek ambisius ini ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan, siap menjadi kebanggaan baru warga Palembang.
Wakil Walikota Palembang, Prima Salam, memimpin rapat final perencanaan pada Senin, 25 Agustus 2025, dengan instruksi tegas bahwa proyek ini harus selesai pada 20 Desember 2025. Meskipun saat ini tengah berada dalam kondisi efisiensi, pembangunan tugu modern ini tetap digadang-gadang akan menjadi wajah baru kota Palembang.
“Tugu ini bukan sekadar hiasan, tetapi identitas Palembang,” tegas Prima. Ia menambahkan, ke depannya tugu ini akan terintegrasi dengan CCTV dan keamanannya akan dijaga ketat oleh Satpol PP. Proses tender untuk penetapan kontraktor pelaksana diperkirakan akan tuntas dalam satu bulan ke depan, memungkinkan pengerjaan dapat segera dimulai. “Proyek ini harus optimal. Bundaran Masjid Agung sebagai titik nol kota harus menjadi ikon baru yang membanggakan,” imbuhnya.
Desain tugu air mancur ini menjanjikan pengalaman visual yang memukau dan berbeda. Abdi, Tim Leader Perencana dari CV Andira, menjelaskan bahwa ada perbedaan signifikan dari desain sebelumnya. Selain akan menampilkan atraksi air mancur menari dan permainan cahaya yang artistik, tugu ini juga akan dilengkapi dengan running text Asmaul Husna. Fitur ini nantinya juga bisa diisi dengan konten-konten religius lainnya, menghadirkan nuansa Palembang Darussalam yang kental, terinspirasi dari motif khas cempaka telok.
“Pada malam hari, pengunjung akan disuguhkan atraksi air mancur menari dengan pencahayaan artistik yang selaras dengan alunan musik,” tambah Abdi, menjanjikan pengalaman yang tak terlupakan bagi setiap pengunjung. Kehadiran ikon baru ini dipastikan akan menambah pesona Palembang, memadukan modernitas dengan kekayaan budaya dan spiritualitas kota, serta mengukuhkan posisinya sebagai titik pusat yang tak hanya fungsional tetapi juga memikat.