Indonesia Disebut Berpotensi Jadi Penjamin Keamanan Ukraina dalam Usulan Rusia

JAKARTA, KARSASRIWIJAYA — Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, menyatakan negaranya menolak Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menjadi penjamin keamanan Ukraina dalam upaya perdamaian antara Moskow dan Kyiv.

Sebagai alternatif, Rusia mengusulkan agar sejumlah negara dari Group of Friends for Peace (Kelompok Sahabat untuk Perdamaian), termasuk Indonesia, dapat mengambil peran tersebut.

Tolchenov menegaskan isu jaminan keamanan bagi Ukraina telah dibahas sejak lama. Namun, menurutnya, Rusia hanya siap menerima jaminan dari negara-negara yang dianggap memiliki posisi penting di dunia serta bersikap konstruktif terhadap Moskow.

“Tetapi bukan dari NATO, melainkan dari beberapa negara yang memiliki posisi penting di dunia modern dan memiliki pendekatan konstruktif terhadap Rusia dan krisis di sekitar Ukraina ini,” kata Tolchenov di Jakarta.

Saat ini Group of Friends for Peace terdiri dari 17 negara, dengan Indonesia bergabung sejak tahun lalu. Tolchenov menilai sebagian anggota kelompok tersebut dapat berkontribusi sebagai penjamin keamanan Ukraina.

“Dan Indonesia, sejak tahun lalu, Indonesia juga menjadi anggota Kelompok Sahabat untuk Perdamaian. Jadi mungkin beberapa dari Kelompok Perdamaian ini bisa menjadi salah satunya,” ujarnya.

Sementara itu, pada awal pekan ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama sejumlah pemimpin Eropa sepakat mengirim pasukan ke Ukraina. Namun, belum jelas apakah pengerahan tersebut dimaksudkan sebagai pasukan penjaga perdamaian atau dukungan langsung bagi Kyiv.

Dilansir dari Instagram : infokomando.official

Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp
Exit mobile version