PALI, Sumsel – Festival Candi Bumi Ayu 2025 yang digadang sebagai ajang promosi budaya Kabupaten PALI mendadak menjadi sorotan nasional setelah penyanyi Ghea Indrawari mengungkap keluhan mengenai pelayanan panitia usai tampil di acara tersebut. Lewat unggahan di media sosial, Ghea menyebut dirinya dan tim sempat kelaparan setelah tidak mendapatkan makanan berat sesuai kebutuhan artis.
Dalam unggahannya, Ghea menjelaskan bahwa setelah turun panggung ia dan rombongan tidak mendapati konsumsi yang memadai. Tempat makan di sekitar lokasi juga sudah tutup karena waktu yang sudah larut. Ia bahkan sempat berkeliling mencari makanan sebelum akhirnya hanya menemukan nasi goreng telur sebagai pengganjal lapar. Unggahan ini kemudian memicu reaksi beragam dari warganet.
Ghea juga menyinggung soal makanan yang disediakan panitia dan LO (liaison officer) yang menurutnya tidak sesuai standar dan tidak memenuhi kebutuhan tim. Ia mengaku telah menjalani jadwal panjang sejak siang hari tanpa makan berat yang memadai. Keluhan itu pun berkembang menjadi pembahasan publik, termasuk mengenai profesionalisme panitia dalam menangani tamu artis.
Respons muncul dari sejumlah tokoh masyarakat PALI yang menilai keluhan Ghea berpotensi memberikan kesan negatif terhadap daerah yang tengah giat mempromosikan pariwisatanya. Namun demikian, masyarakat juga meminta panitia melakukan evaluasi menyeluruh, terutama terkait koordinasi konsumsi dan peran LO yang menjadi penghubung antara artis dan penyelenggara acara.
Festival Candi Bumi Ayu sendiri merupakan agenda budaya tahunan yang melibatkan ribuan warga serta menampilkan beragam pertunjukan seni. Pemerintah daerah selama ini berharap festival tersebut dapat mendorong promosi cagar budaya Candi Bumi Ayu sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan.
Insiden keluhan Ghea Indrawari ini menjadi catatan bagi penyelenggara acara agar pengelolaan logistik, konsumsi, dan pendampingan artis lebih diperhatikan. Para pengamat menilai bahwa kebutuhan teknis dan nonteknis performer merupakan bagian penting dari penyelenggaraan event profesional, terutama ketika melibatkan artis nasional.
Hingga kini, panitia maupun pemerintah daerah belum memberikan pernyataan resmi mengenai keluhan tersebut. Namun desakan evaluasi terus menguat agar kejadian serupa tidak terulang pada perhelatan berikutnya.