PALEMBANG, Karsa Sriwijaya – Revitalisasi yang dilakukan di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang mulai menunjukkan hasil. Bangunan bersejarah yang berdiri megah di tepi Sungai Musi itu kini tampak lebih segar dan nyaman, sehingga mampu menarik puluhan wisatawan setiap harinya.
Sejumlah perubahan dirasakan langsung oleh para pengunjung. Penataan ruang pamer lebih rapi, koleksi disusun modern, serta dilengkapi dengan teknologi barcode yang memudahkan wisatawan membaca informasi sejarah lewat gawai. Fitur ini juga membantu turis asing karena tersedia penjelasan dalam bahasa Inggris.
“Kalau sekarang jauh lebih menarik. Anak-anak muda pun lebih mudah memahami sejarah Sriwijaya dan Palembang,” tutur Heri, salah satu pemandu di museum.
Komentar positif juga datang dari pengunjung. Sinta (27), warga Jakabaring, mengaku puas dengan wajah baru museum. “Dulu agak membosankan, tapi sekarang lebih interaktif. Anak saya jadi betah keliling karena ada penjelasan yang bisa langsung di-scan di HP,” katanya sambil tersenyum.
Hal serupa disampaikan Rudi (35), wisatawan asal Lampung, yang sengaja mampir setelah berkunjung ke Jembatan Ampera. “Penataannya bagus, koleksinya banyak. Saya merasa lebih dekat dengan sejarah Palembang. Sayang, masih perlu ditambah spot foto supaya makin menarik,” ujarnya.
Museum SMB II sendiri menyimpan lebih dari 700 koleksi, mulai dari prasasti, naskah kuno, guci, tekstil tradisional, hingga peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam. Letaknya yang strategis di kawasan Benteng Kuto Besak dan dekat Jembatan Ampera membuat museum ini menjadi salah satu tujuan favorit wisata budaya di Kota Pempek.
Dengan wajah baru, museum yang dulunya sepi kini kembali hidup. Revitalisasi bukan hanya mempercantik bangunan, tetapi juga menghidupkan kembali minat masyarakat untuk menyelami sejarah leluhur di tepian Musi.