banner 728x250

Pangdam II/Sriwijaya dan Sultan Palembang Bahas Pemeliharaan BKB, Akses Wisata Disepakati

Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A bersama Sultan Palembang Darussalam Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikramo, zuriat Kesultanan Palembang Darussalam, serta berbagai pemangku kepentingan, meninjau sejumlah titik di BKB. Rabu, (17/12/2025).

PALEMBANG, KARSASRIWIJAYA — Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, M.D.A menggelar pertemuan lanjutan bersama Sultan Palembang Darussalam Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikramo, zuriat Kesultanan Palembang Darussalam, serta berbagai pemangku kepentingan, Rabu (17/12/2025). Pertemuan berlangsung di Aula Kesdam II/Sriwijaya, kawasan Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang.

Pertemuan tersebut membahas rencana pembangunan gedung tujuh lantai pengembangan Rumah Sakit dr. AK Gani di kawasan BKB yang mendapat penolakan dari zuriat Kesultanan Palembang Darussalam dan masyarakat. Proyek tersebut direncanakan menggunakan dana Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sebesar Rp53 miliar pada 2026.

Selain rapat koordinasi, peserta pertemuan juga meninjau sejumlah titik di BKB, termasuk ruangan yang direncanakan menjadi museum serta bastion sisi kanan yang menghadap Sungai Musi. Pangdam menegaskan komitmen Kodam II/Sriwijaya untuk menjaga dan merawat kawasan cagar budaya tersebut.

Sultan Palembang Darussalam SMB IV Jayo Wikramo mengapresiasi langkah Pangdam II/Sriwijaya yang membuka ruang dialog. Ia menyebut telah dicapai kesepakatan awal terkait rencana kerja sama antara Kodam II/Sriwijaya dan Pemerintah Kota Palembang untuk membuka akses kawasan depan BKB bagi kepentingan pariwisata.

“Kami melihat adanya niat baik untuk membuka akses wisata di bagian depan BKB serta komitmen pemeliharaan bersama yang sifatnya mendesak,” ujarnya.

Ketua Aliansi Penyelamat BKB, Vebri Al Lintani, menegaskan pihaknya masih akan mengawal penolakan terhadap pembangunan gedung tujuh lantai di zona inti BKB. Menurutnya, revitalisasi menyeluruh BKB membutuhkan kebijakan jangka panjang, termasuk kemungkinan relokasi aset militer yang kewenangannya berada di tingkat pusat.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyatakan pertemuan ini menjadi langkah awal revitalisasi kawasan depan BKB. Kesepakatan kerja sama akan dituangkan dalam nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama yang ditargetkan rampung dalam dua pekan ke depan.

Dilansir dari : sumaterapos.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *