banner 728x250

Pemkab OKU Ajukan Pengembangan Cabai, Bawang, dan Jeruk ke Kementan

Wakil Bupati OKU H. Marjito Bachri, didampingi Kepala Dinas Pertanian OKU Joni Saihu melakukan kunjungan kerja dan audiensi ke Kementerian Pertanian RI di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Jakarta, KARSASRIWIJAYA — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) terus mengambil langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung program prioritas nasional. Salah satu upaya tersebut dilakukan dengan menyampaikan sejumlah usulan pengembangan komoditas pertanian unggulan kepada Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Usulan tersebut disampaikan Wakil Bupati OKU H. Marjito Bachri, didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten OKU Joni Saihu, saat melakukan kunjungan kerja dan audiensi ke Kementerian Pertanian RI di Jakarta, Selasa (3/2/2026). Audiensi ini dilakukan ke dua unit strategis, yakni Direktorat Jenderal Hortikultura dan Direktorat Jenderal Perkebunan.

Dalam pertemuan dengan Ditjen Hortikultura, Pemkab OKU mengusulkan pengembangan komoditas cabai, bawang merah, serta jeruk sebagai komoditas unggulan daerah. Selain itu, Pemkab OKU juga menekankan pentingnya penguatan infrastruktur pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas dan stabilitas pasokan pangan.

“Kami mengusulkan pembangunan lima unit greenhouse serta gudang hortikultura khusus untuk komoditas sayuran dan cabai. Ini penting untuk meningkatkan hasil pertanian sekaligus sebagai langkah konkret pengendalian inflasi daerah,” ujar Marjito.

Ia menambahkan, pengembangan sektor hortikultura tersebut juga diarahkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat, guna memastikan ketersediaan bahan pangan sehat dan terjangkau bagi masyarakat.

Tak hanya sektor hortikultura, rombongan Pemkab OKU juga melanjutkan audiensi ke Direktorat Jenderal Perkebunan. Agenda utama dalam pertemuan ini adalah membahas persiapan dan usulan pendirian Pabrik Minyak Goreng (Pamigo) di Kabupaten OKU sebagai bagian dari strategi hilirisasi sektor perkebunan.

“Pendirian Pamigo dinilai strategis untuk memaksimalkan potensi perkebunan daerah, menjaga stabilitas harga minyak goreng, serta membuka lapangan kerja baru,” tambah Marjito.

Langkah jemput bola yang dilakukan Pemkab OKU ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti melalui dukungan anggaran dan bantuan teknis dari Kementerian Pertanian demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Ogan Komering Ulu.

Dilansir dari : okukab.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *