PALEMBANG, KARSASRIWIJAYA — Rencana pembangunan gedung baru Rumah Sakit dr. AK Gani setinggi tujuh lantai di kawasan Benteng Kuto Besak (BKB) memicu penolakan dari zuriat Kesultanan Palembang Darussalam serta sejumlah elemen masyarakat. Proyek yang juga direncanakan memperoleh Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) Pemprov Sumsel sebesar Rp53 miliar pada 2026 itu dinilai mengancam kelestarian kawasan cagar budaya.
Sebagai respons atas penolakan tersebut, zuriat Kesultanan Palembang dan masyarakat akan menggelar Aksi 1212 Penyelamatan BKB pada Jumat (12/12/2025) di Markas Kodam II/Sriwijaya dan Kantor Gubernur Sumsel.
Menanggapi dinamika yang berkembang, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis mengundang zuriat Kesultanan Palembang Darussalam, Tim Ahli Cagar Budaya, budayawan, sejarawan, serta sejumlah perwakilan masyarakat untuk berdialog di Makodam II/Sriwijaya, Rabu (10/12/2025).
Sultan Palembang Darussalam SMB IV Jayo Wikramo menyebut masyarakat menginginkan kawasan BKB dipertahankan sesuai nilai heritage-nya dan tidak dibebani bangunan baru berskala besar. Mereka juga mendorong agar proses relokasi RS dr. AK Gani dipercepat sehingga BKB dapat dikembalikan ke fungsi awal sebagai defence heritage.
Budayawan Palembang, Vebri Al Lintani, menegaskan Aliansi Penyelamat BKB tetap menolak pembangunan gedung bertingkat karena dianggap berada di zona cagar budaya. Mereka juga meminta kejelasan izin pembangunan dan menilai revitalisasi BKB baru dapat dinyatakan tuntas setelah adanya keputusan dari pemerintah pusat, mengingat BKB merupakan aset Kementerian Pertahanan.
Sejumlah akademisi seperti Dr. Kemas A.R. Panji dan Prof. Dr. Farida R. Wargadalem juga mendukung relokasi RS AK Gani demi menjaga keaslian BKB.
Pangdam Ujang Darwis menegaskan komitmen Kodam II/Sriwijaya dalam merawat dan melestarikan BKB sebagai situs sejarah penting di Sumatera Selatan. Ia menyampaikan rencana penataan kawasan BKB agar lebih modern dan tetap bermanfaat bagi masyarakat, serta membuka ruang kerja sama dengan Pemkot dan Pemprov untuk pengembangan yang tetap berpijak pada nilai cagar budaya.
Dilansir dari : sumaterapos.id