Jakarta, Karsa Sriwijaya– Dalam merespons gejolak demonstrasi nasional yang dipicu oleh kenaikan tunjangan anggota DPR RI, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan langkah pemerintah menekan eskalasi ketegangan dan menanggapi aspirasi masyarakat yang disuarakan secara massif 31 Agustus 2025.
Demonstrasi yang dimulai pada Senin (25 Agustus), dipicu oleh kemarahan publik terkait tunjangan bulanan anggota DPR sebesar Rp 50 juta yang hampir sepuluh kali lipat dibanding upah minimum regional. Aksi ini diperparah oleh kondisi ekonomi yang memburuk, dengan biaya hidup dan PHK massal sebagai latar belakang utama.
Ketegangan memuncak ketika seorang ojek online bernama Affan Kurniawan tewas tertabrak kendaraan taktis polisi saat demo berlangsung. Kasus ini memicu kemarahan nasional yang menyebar hingga ke berbagai kota.
Menanggapi situasi tersebut, Presiden Prabowo membatalkan kunjungan luar negeri ke Tiongkok dan memanggil para ketua umum partai politik serta pimpinan DPR ke Istana. Dalam konferensi pers, beliau mengumumkan bahwa parpol peserta DPR telah sepakat mencabut kebijakan tunjangan tersebut serta memberlakukan moratorium kunjungan kerja ke luar negeri bagi anggota DPR efektif sejak Senin, 1 September 2025.
Presiden juga memberi instruksi tegas kepada aparat keamanan untuk merespons demonstrasi yang dianggap destruktif dengan kekuatan hukum maksimum. Beberapa kegiatan yang menjadi perhatian adalah pembakaran fasilitas publik, penjarahan kediaman pejabat, serta tindakan yang dikategorikan sebagai “makar,” “terorisme,” dan “pengkhianatan.”
Kendati demikian, beberapa organisasi mahasiswa menilai langkah ini baru bersifat simbolis dan belum menyentuh akar persoalan, seperti dominasi oligarki politik dan ketimpangan ekonomi. Mereka bahkan menyatakan akan melanjutkan aksi jika perubahan struktural tidak segera dilakukan.
sumber : yt://kompas.com
Sorotan Utama:
| Isu Utama | Tanggapan & Langkah Pemerintah |
|---|---|
| Tunjangan Anggota DPR Rp 50 juta | Dicabut, efektif per 1 September 2025 |
| Kunjungan Luar Negeri DPR | Moratorium segera diterapkan |
| Kekerasan Demonstrasi | Aparat diperintahkan bertindak tegas terhadap tindakan kriminal |
| Akar Masalah | Aktivis menyoroti oligarki politik dan ketimpangan ekonomi |
Dengan langkah ini, pemerintah berusaha meredam ketegangan sekaligus mempertahankan stabilitas nasional. Namun, tantangan nyata terletak pada mampu tidaknya pemerintah menindaklanjuti tuntutan mendasar dan menyelesaikan ketidakpuasan publik secara sistemik.