Palembang, 15 Desember 2025 – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) resmi menaikkan status siaga bencana hidrometeorologi, seiring peningkatan intensitas hujan yang mulai mengguyur sebagian besar wilayah dan potensi banjir serta tanah longsor yang mengancam masyarakat lokal. Status siaga ini berlaku di tingkat provinsi dan kini juga telah ditetapkan di enam kabupaten/kota rawan bencana.
Penetapan status tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Sumsel yang telah ditandatangani beberapa hari lalu, sebagai langkah antisipatif menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung dari Desember 2025 hingga Januari 2026. BPBD Sumsel menegaskan kesiapsiagaan ini bertujuan memperkuat koordinasi penanganan bencana dan mempercepat respon ketika terjadi kejadian darurat.
“Provinsi Sumsel sudah menetapkan status siaga setelah Pak Gubernur menandatangani SK-nya kemarin,” ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, di Palembang, Minggu (14/12). “Penetapan status siaga ini agar penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat, terkoordinasi, dan efektif, demi meminimalisasi dampak bagi masyarakat.”
Enam Daerah Resmi Siaga
Hingga saat ini, enam wilayah yang telah menaikkan status siaga bencana banjir dan longsor antara lain:
- Ogan Komering Ulu (OKU)
- Musi Banyuasin (Muba)
- Prabumulih
- Pagar Alam
- Banyuasin
- Ogan Ilir (terbaru)
Dengan status ini, pemerintah daerah di masing-masing wilayah diinstruksikan untuk menyiapkan posko siaga, bahan logistik, perahu karet, alat komunikasi, dan tim evakuasi yang siap digerakkan saat diperlukan. Sudirman juga mengimbau masyarakat di daerah rawan untuk memantau perkembangan cuaca, kondisi sungai, dan lereng perbukitan, serta menghindari aktivitas di zona berbahaya saat hujan intens berlangsung.
Waspada Cuaca Ekstrem dan Dampaknya
BMKG setempat sebelumnya turut mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem yang menyatakan curah hujan kategori tinggi akan melanda Sumsel dalam beberapa pekan ke depan, berpotensi memicu banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang di daerah berlereng serta aliran sungai besar. Data awal menunjukkan beberapa peristiwa banjir ringan telah terjadi di sejumlah desa sejak awal musim hujan.
Kondisi ini terjadi di tengah masih berlangsungnya dampak banjir dan longsor di wilayah utara Pulau Sumatra akibat fenomena ekstrem beberapa pekan lalu — yang telah menyebabkan ribuan korban terdampak serta kerusakan infrastruktur besar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, menurut catatan nasional.
Langkah Pemerintah dan Harapan Warga
Pemerintah provinsi bersama BPBD juga terus melakukan sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat melalui media massa, aparat desa, dan sistem peringatan dini lokal. Warga diimbau menyusun rencana evakuasi keluarga serta menyimpan nomor darurat instansi terkait di ponsel masing-masing.
Sudirman menambahkan, “Kami berharap seluruh kabupaten/kota yang belum menaikkan status siaga segera menyelesaikan prosesnya, agar kesiapsiagaan dapat merata di seluruh Sumsel.”