LENGKONG, Karsa Sriwijaya – Sebuah capaian penting di bidang infrastruktur transportasi hadir di Sumatera Selatan. Di bawah kepemimpinan Gubernur Herman Deru, masyarakat kini dapat menikmati jalan tol baru yang secara signifikan memangkas waktu perjalanan dari 3 jam menjadi hanya sekitar 45 menit. Ini menandai era baru konektivitas yang lebih efisien bagi wilayah tersebut.
Jalan tol yang membawa perubahan besar ini adalah Tol Betung–Tempino–Jambi (BTJ) Seksi Bayung Lencir–Tempino. Ruas ini mulai beroperasi sejak akhir tahun 2024 dan akan terus diperluas hingga tahun 2025, menjadikannya bagian penting dari jaringan Tol Trans Sumatra yang menghubungkan Sumatera Selatan dengan Provinsi Jambi.
Seksi Bayung Lencir–Tempino memiliki panjang sekitar 34,1 kilometer dan sudah dapat digunakan oleh masyarakat. Tahap selanjutnya, yaitu seksi menuju Interchange Ness, ditargetkan rampung pada pertengahan tahun 2025. Pembangunan tol ini melibatkan investasi mencapai Rp2,7 triliun dan dikerjakan oleh konsorsium kontraktor BUMN terkemuka, yakni PT Hutama Karya (Persero) bersama Wijaya Karya serta Brantas Abipraya.
Jalan tol ini secara khusus menghubungkan beberapa wilayah penting di jalur perbatasan:
• Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Sumatera Selatan)
• Tempino, Kabupaten Muaro Jambi (Jambi)
Selain itu, akses ini akan terhubung ke Interchange Ness, yang akan semakin memperluas konektivitas ke kawasan strategis di Jambi.
Manfaat dari hadirnya tol ini sangat terasa. Sebelumnya, perjalanan antara Bayung Lencir dan Tempino bisa memakan waktu hingga 3 jam melalui jalan nasional yang seringkali padat. Kini, waktu tempuh tersebut berkurang drastis menjadi hanya sekitar 45 menit, membawa efisiensi waktu yang besar. Efisiensi ini tidak hanya memudahkan akses masyarakat umum, tetapi juga mempercepat distribusi logistik lintas provinsi, yang sangat vital bagi sektor perdagangan, pariwisata, hingga industri perkebunan di Sumatera Selatan.
Keberadaan tol baru ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka peluang investasi baru, serta meningkatkan daya saing Sumatera Selatan sebagai pintu gerbang perdagangan di Pulau Sumatra. Pembangunan infrastruktur jalan tol ini merupakan salah satu fokus utama di bawah kepemimpinan Gubernur Herman Deru, menunjukkan komitmen pemerintah untuk menyediakan akses transportasi modern, cepat, dan aman bagi masyarakat. Tidak heran jika banyak warga menyebut tol ini sebagai “jalan tol penyelamat waktu”.