PALEMBANG, Karsa Sriwijaya – Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) akan segera menghadapi perombakan besar dalam struktur jabatannya. Gubernur Sumsel, Herman Deru, secara tegas mengumumkan bahwa rotasi dan mutasi jabatan akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat. Penegasan penting ini disampaikan oleh Herman Deru usai memberikan arahan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Sumsel, yang berlangsung di Griya Agung Palembang pada Senin, 25 Agustus 2025.
Dalam pernyataannya, Gubernur Deru mengingatkan bahwa perubahan ini merupakan tradisi yang berlaku di bawah kepemimpinannya dan secara lantang menegaskan tidak akan ada praktik “jual beli jabatan”. Komitmennya terhadap integritas sangat kuat, ia bahkan memperingatkan, “Jadi kalau ada jual laporkan ke saya,” sebagai bentuk keseriusan dalam memberantas praktik korupsi dalam penempatan posisi.
Penilaian terhadap pejabat akan didasarkan pada kinerja, sikap, dan produktivitas yang terukur. Herman Deru menekankan bahwa dalam enam bulan ke depan, percepatan pembangunan masih sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, ia akan mengevaluasi apakah percepatan tersebut memerlukan penambahan anggaran di OPD tertentu atau justru pergantian pejabat karena ketidakmampuan. Pemprov Sumsel sendiri telah memiliki standar penilaian yang terformat untuk menentukan pejabat yang layak menduduki jabatan tertentu.
Rotasi dan mutasi ini akan dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi, seperti mengisi posisi yang kosong, mengganti pejabat yang pensiun. Model mutasi akan sangat beragam, mencakup promosi, demos, atau bahkan mutasi antar daerah dari kabupaten/kota, provinsi lain, hingga dari kementerian atau lembaga pusat.
Gubernur Deru juga menyampaikan pesan tegas kepada para Kepala OPD yang mungkin merasa khawatir, mengutip peribahasa lokal yang penuh makna: “Ubi kayu pisang gedah, galak dengar payo dak galak sudah,” yang mengisyaratkan bahwa aturannya jelas dan harus diikuti tanpa tawar-menawar. Mengenai kapan pastinya rotasi atau mutasi ini akan berlangsung, Herman Deru hanya memberikan petunjuk singkat: “Kapan rotasi atau mutasinya tunggu saja”.