Wabup Banyuasin Tinjau TPA Terlangu, Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi

PANGKALAN BALAI, KARSASRIWIJAYA – Wakil Bupati Banyuasin, Ir. Netta Indian, S.P., meninjau Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Terlangu di Desa Terlangu, Kecamatan Banyuasin III, Senin (27/7/2026), untuk memastikan upaya penataan kawasan dan pengelolaan sampah berjalan lebih optimal serta ramah lingkungan.

Dalam kunjungan tersebut, Netta Indian didampingi sejumlah kepala perangkat daerah dan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Camat Banyuasin III, Kepala Desa Terlangu, serta petugas yang bertugas di lokasi TPA.

Wakil Bupati menekankan pentingnya pembenahan kawasan TPA, mulai dari perbaikan akses jalan hingga penataan timbunan sampah agar tidak menimbulkan pencemaran maupun mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

“Ke depan akses jalan menuju TPA akan kami koordinasikan dengan Dinas PUPR. Tumpukan sampah harus terus dirapikan, dipindahkan ke area yang telah disiapkan, kemudian ditimbun dengan tanah agar tidak mencemari lingkungan maupun mengganggu masyarakat sekitar,” ujar Netta Indian.

Harapkan Dukungan Teknologi dari Pemerintah Pusat

Selain penataan fisik kawasan, Pemerintah Kabupaten Banyuasin berharap mendapat dukungan dari pemerintah pusat untuk meningkatkan sistem pengelolaan sampah melalui penerapan teknologi yang lebih modern.

Menurut Netta Indian, pemanfaatan teknologi diharapkan mampu mempercepat proses pengolahan sampah sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan TPA.

“Kami berharap pemerintah pusat dapat membantu Kabupaten Banyuasin dalam pengembangan teknologi pengolahan sampah. Penataan kawasan TPA juga akan dilakukan melalui pembukaan lahan (land clearing) serta pembangunan saluran pendukung agar pengelolaan sampah menjadi lebih tertata dan ramah lingkungan,” katanya.

TPA Terlangu Terapkan Sistem Sanitary Landfill

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuasin, Dr. Zazili Mustopa, S.E., M.Si., mengatakan pengelolaan sampah di TPA Terlangu akan ditingkatkan melalui penerapan metode sanitary landfill secara bertahap.

Metode tersebut dinilai mampu mengurangi bau, menekan potensi pencemaran lingkungan, serta meningkatkan kualitas pengelolaan sampah dibandingkan sistem pembuangan terbuka.

“Sampah yang masuk ke TPA akan dikelola menggunakan sistem sanitary landfill secara bertahap sehingga dapat mengurangi penyebaran bau yang selama ini dikeluhkan masyarakat di sekitar lokasi,” jelas Zazili.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Banyuasin telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan kementerian terkait untuk memperoleh dukungan teknologi pengelolaan sampah.

Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat modernisasi sistem pengelolaan TPA sehingga lebih efektif, efisien, dan berwawasan lingkungan.

Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam meningkatkan tata kelola persampahan melalui penataan infrastruktur, penerapan teknologi, dan pengelolaan yang berkelanjutan guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

Dilansir dari : banyuasinkab.go.id

Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp
Exit mobile version