Herman Deru Minta Polri Adaptif Hadapi Kejahatan Digital dan Perangi Narkoba

PALEMBANG, KARSASRIWIJAYA – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru mengingatkan jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan menghadapi perkembangan kejahatan yang semakin kompleks, khususnya yang memanfaatkan teknologi informasi. Aparat penegak hukum dituntut memiliki kemampuan prediktif agar mampu mengantisipasi berbagai bentuk tindak kejahatan sekaligus memberikan perlindungan optimal kepada masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri Reuni Akbar Dua Dekade Alumni Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sumsel Betung Gelombang I Tahun 2006 (DREGS 2006) yang digelar di Hotel Zuri Palembang, Sabtu (25/7/2026).

Menurut Herman Deru, tugas Polri semakin berat karena harus menjalankan tiga fungsi utama secara bersamaan, yakni mengayomi, melindungi, dan melayani masyarakat di tengah dinamika perkembangan zaman.

“Masyarakat saat ini membutuhkan aparat yang dekat dengan masyarakat, responsif terhadap setiap persoalan, serta mampu mengantisipasi perkembangan kejahatan yang bergerak sangat cepat,” ujarnya.

Ia menilai pola kejahatan telah mengalami perubahan signifikan dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi, sehingga aparat penegak hukum harus terus meningkatkan kemampuan dan tidak tertinggal dari para pelaku kejahatan.

“Manajemen kejahatan sekarang berkembang sangat cepat. Penegak hukum harus lebih lincah karena pelaku sudah menguasai jaringan teknologi informasi,” kata Herman Deru.

Narkoba Jadi Ancaman Serius Generasi Muda

Selain perkembangan kejahatan digital, Herman Deru menyoroti peredaran narkotika yang menurutnya masih menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi bangsa.

Ia mengatakan jaringan peredaran narkoba semakin luas, terorganisasi, dan sulit diprediksi sehingga membutuhkan sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah, dan masyarakat.

“Musuh terberat kita saat ini adalah narkoba. Narkoba menjadi ancaman serius bagi generasi bangsa dan harus menjadi fokus bersama,” tegasnya.

Herman Deru menilai upaya pemberantasan narkoba tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga memerlukan langkah preventif, edukasi kepada masyarakat, serta penguatan peran keluarga dan lingkungan dalam mencegah penyalahgunaan narkotika.

Apresiasi Pengabdian Alumni SPN Betung

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru menyampaikan apresiasi kepada para alumni SPN Betung Gelombang I Tahun 2006 yang telah mengabdikan diri selama dua dekade sebagai anggota Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di Sumatera Selatan.

Ia berharap para alumni terus menjaga profesionalisme, integritas, serta solidaritas sebagai modal penting dalam menjalankan tugas kepolisian.

Menurutnya, organisasi alumni tidak hanya berfungsi sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga harus mampu memperkuat kepedulian sosial di antara sesama anggota.

“Kelola organisasi ini dengan baik, tetap solid, dan jangan lupa memperhatikan anggota yang membutuhkan. Kebersamaan dan kepedulian harus terus dijaga,” pesannya.

Di akhir sambutannya, Herman Deru berharap semangat kebersamaan dan profesionalisme yang telah dibangun selama 20 tahun pengabdian dapat terus dipertahankan. Ia optimistis Polri akan semakin siap menghadapi tantangan keamanan di era digital sekaligus menjadi garda terdepan dalam melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan siber maupun peredaran narkoba.

Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp
Exit mobile version