banner 728x250

Yudha Novanza Desak Pemerintah Lindungi WNI di Lebanon: Keselamatan Harus Jadi Prioritas

JAKARTA, Karsa Sriwijaya – Anggota Komisi I DPR RI, Yudha Novanza Utama, angkat suara terkait meningkatnya eskalasi konflik di Lebanon yang dinilai berpotensi mengancam keselamatan warga negara Indonesia (WNI).

Ia menegaskan bahwa negara tidak boleh lengah dan harus menjadikan perlindungan WNI sebagai prioritas utama, terutama dalam situasi konflik bersenjata yang tidak menentu.

“Keselamatan WNI di luar negeri harus menjadi prioritas utama negara,” tegas Yudha.

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan langkah antisipatif berjalan maksimal, termasuk menyiapkan skenario evakuasi jika kondisi di Lebanon semakin memburuk.

Data dari Kementerian Luar Negeri menunjukkan terdapat sekitar 934 WNI di Lebanon, terdiri dari personel misi perdamaian dan warga sipil.

Yudha menilai, situasi konflik yang melibatkan ketegangan bersenjata di kawasan tersebut sangat dinamis dan bisa berubah sewaktu-waktu, sehingga kesiapan menjadi hal mutlak.

Selain itu, politisi asal Sumatera Selatan ini juga mengapresiasi langkah awal pemerintah dalam memantau kondisi WNI melalui perwakilan RI di luar negeri. Namun ia mengingatkan agar kewaspadaan tidak diturunkan.

“Langkah cepat sudah dilakukan, tapi kewaspadaan harus tetap ditingkatkan karena situasi sangat fluktuatif,” ujarnya.

Tak hanya soal perlindungan, Yudha juga mendorong pemerintah Indonesia untuk aktif dalam diplomasi internasional guna menekan eskalasi konflik.

Ia menekankan pentingnya peran Indonesia di forum global, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dalam mendorong penyelesaian damai.

Sebagai anggota Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan dan luar negeri, Yudha memastikan pihaknya akan terus memantau perkembangan situasi serta mendorong pemerintah mengambil langkah cepat dan tepat.

Yudha Novanza Utama juga menegaskan bahwa negara tidak boleh menunggu situasi memburuk sebelum bertindak.

“Jangan sampai terlambat. Keselamatan WNI harus selalu diutamakan dalam setiap kebijakan,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *